Rusia Sindir Trump soal Selat Hormuz: Lelucon dengan Selera Humor yang Sangat Aneh

Perwakilan Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, mengejek klaim Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Ulyanov menilai pernyataan Gedung Putih bahwa ancaman itu hanya lelucon sebagai selera humor yang sangat istimewa. Iran merespons dengan dingin melalui akun konsulat jenderalnya di India yang menyindir California sebagai wilayah Iran.

Sep 12, 2026 - 06:22
Updated: 2 months ago
0
Rusia Sindir Trump soal Selat Hormuz: Lelucon dengan Selera Humor yang Sangat Aneh
Rusia Sindir Trump soal Selat Hormuz: Lelucon dengan Selera Humor yang Sangat Aneh

Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyoroti pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Selat Hormuz. Melalui akun X pada 16 Agustus, Ulyanov menulis bahwa Gedung Putih telah mengonfirmasi ancaman menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS hanyalah lelucon. Menurutnya, pernyataan itu mencerminkan selera humor yang sangat istimewa.

Unggahan Ulyanov tersebut kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional, termasuk IRNA dari Iran, saba.net dari Yaman, Dawn dari Pakistan, dan Middle East Eye. Komentar itu muncul setelah Trump mengunggah peta yang memasukkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Dalam peta tersebut tertulis, Wilayah baru AS Selat Hormuz.

Pada unggahan terpisah, Trump juga menegaskan tidak ada negosiasi antara AS dan Iran mengenai Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa blokade pasukan AS terhadap kapal-kapal Iran di perairan tersebut masih berlaku sepenuhnya.

Sementara itu, pemerintah Iran merespons dengan sikap dingin. Akun media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, @IraninHyderabad, bahkan me-repost unggahan akun Gedung Putih yang memuat tangkapan layar konten Trump di Truth Social soal klaim Hormuz.

Akun perwakilan Iran tersebut kemudian mengunggah peta yang menampilkan negara bagian AS dan menandai California dengan warna biru. Dalam unggahan pada Rabu (19/8), mereka menulis, Wilayah baru Republik Islam Iran. Unggahan itu mendapat 463 komentar, disukai lebih dari 15.100 akun, dan dibagikan ulang oleh 1.700 akun.

California, khususnya Los Angeles, memang dikenal sebagai wilayah dengan populasi besar keturunan Iran di luar Iran. Berdasarkan data Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies di Universitas California, diperkirakan 141.000 warga AS keturunan Iran tinggal di Los Angeles County.

Komunitas Iran di California Selatan tumbuh pesat setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979. Kawasan Westwood di Los Angeles menjadi pusat kehidupan diaspora Iran, yang sering dijuluki Tehrangeles. Respons Iran melalui media sosial ini menambah dimensi baru dalam ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User