Bukan Sekadar Busana, Pemkab Solok Selatan Telusuri Sejarah dan Filosofi Pakaian Adat

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Disparbupora menggelar FGD Sejarah dan Narasi Baju Adat bertema Revitalisasi Adat Salingka Nagari Menjaga Lewat Tulisan. Kegiatan ini bertujuan menggali sejarah, filosofi, dan makna pakaian adat agar warisan budaya tetap terjaga dan diwariskan ke generasi mendatang. Narasumber menekankan pentingnya penulisan yang cermat dan sistematis.

Oct 30, 2026 - 12:02
Updated: 8 hours ago
0
Bukan Sekadar Busana, Pemkab Solok Selatan Telusuri Sejarah dan Filosofi Pakaian Adat
Bukan Sekadar Busana, Pemkab Solok Selatan Telusuri Sejarah dan Filosofi Pakaian Adat

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbupora) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sejarah dan Narasi Baju Adat. Kegiatan bertema "Revitalisasi Adat Salingka Nagari Menjaga Lewat Tulisan" ini berlangsung di Aula Disparbupora, Kamis (29/10/2026).

FGD tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat pelestarian budaya daerah. Fokusnya adalah penelusuran sejarah, pengkajian pakem pakaian adat, serta pendalaman makna yang terkandung dalam setiap unsur dan ornamen busana tradisional Solok Selatan. Hasilnya diharapkan menjadi dokumentasi budaya yang dapat dirujuk masyarakat dan generasi mendatang.

Kepala Disparbupora Kabupaten Solok Selatan, Pamil Ruskmadani, menegaskan bahwa penggalian dan pendokumentasian sejarah serta filosofi pakaian adat sangat penting. Tujuannya agar warisan budaya tidak kehilangan makna dan nilai luhurnya.

"Melalui tema Revitalisasi Adat Salingka Nagari Menjaga Lewat Tulisan, kita ingin memastikan warisan adat ini tercatat dengan baik, menjadi pedoman bersama, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Pamil.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Solok Selatan, Drs. Efi Yandri, M.Si., yang turut menjadi narasumber, menekankan bahwa penulisan sejarah dan filosofi pakaian adat harus dilakukan secara cermat, sistematis, dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Efi, penulisan tidak cukup hanya menjelaskan bentuk, jenis, dan kelengkapan pakaian. Perlu juga diuraikan latar belakang sejarah, makna simbol, ketentuan pemakaian, serta nilai-nilai adat yang terkandung di dalamnya.

Dengan adanya FGD ini, Pemkab Solok Selatan berharap pakaian adat tidak hanya dipahami sebagai busana acara resmi, tetapi juga sebagai identitas dan warisan nilai luhur yang terus hidup di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User