Presiden Kamerun Paul Biya Lebih Lama Tinggal di Swiss, Janji Bentuk Kabinet Baru Tak Kunjung Terwujud
Presiden Kamerun Paul Biya kembali ke tanah air setelah 10 minggu tinggal di Jenewa, Swiss. Meski berjanji membentuk kabinet dan wakil presiden baru, hingga kini belum ada realisasi. Warga Kamerun kecewa karena perubahan yang dijanjikan tak kunjung terwujud.
Presiden Kamerun Paul Biya akhirnya menginjakkan kaki di negaranya sendiri setelah lebih dari 10 minggu menetap di Jenewa, Swiss. Pria berusia 93 tahun itu meninggalkan Kamerun pada 7 Juni 2026 dan baru kembali pada 20 Agustus 2026. Selama periode tersebut, ia lebih banyak berada di Eropa, meninggalkan urusan pemerintahan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.
Biya bukan sosok baru dalam politik Kamerun. Ia telah menjabat sebagai presiden sejak 1982 dan pada Oktober 2025 kembali terpilih untuk periode kedelapan secara beruntun. Namun, sejak terpilih kembali, ia belum juga membentuk kabinet baru atau menunjuk wakil presiden. Semua proses itu tertunda karena kepergiannya ke luar negeri.
Kebiasaan Biya tinggal di Swiss sebenarnya bukan hal baru. Pada 2024, ia juga pernah meninggalkan Kamerun dan tinggal di Jenewa selama periode 7 Juni hingga 20 Agustus 2024. Hingga kini, alasan pasti di balik pilihannya untuk menetap di luar negeri masih simpang siur. Rumor yang beredar di Kamerun menyebutkan bahwa ia memiliki masalah kesehatan.
Sekembalinya ke Kamerun, masyarakat berharap Biya segera membentuk kabinet pemerintahan dan mengisi kursi wakil presiden. Harapan itu muncul karena ia dijadwalkan hanya berada di tanah air selama dua minggu sebelum kembali ke Swiss. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pembentukan kabinet atau pengangkatan wakil presiden.
Kekecewaan pun dirasakan warga Kamerun. Salah satunya Elvis Mbi, yang menyampaikan keluhannya kepada Al Jazeera. "Setiap warga Kamerun berharap sekembalinya ia ke tanah air, ia akan melakukan perubahan dalam pemerintahan, tetapi sampai saat ini belum ada apa-apa," ujarnya.
Janji Biya sebenarnya sudah disampaikan dalam pidato kenegaraan pada 31 Desember 2025. Saat itu, ia berkomitmen bahwa pemerintahan baru akan dibentuk "dalam beberapa hari mendatang". Namun, lebih dari sembilan bulan berlalu, janji tersebut belum juga terwujud. Hingga kini, Kamerun masih menunggu realisasi perubahan yang dijanjikan sang presiden.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)