Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Padang untuk Autopsi Dugaan Perundungan

Polresta Padang melakukan ekshumasi terhadap makam siswi SD berinisial NH (10) untuk mengungkap penyebab kematiannya. Langkah ini buntut laporan dugaan perundungan di sekolah. Proses forensik diharapkan memberikan kepastian hukum bagi keluarga.

Aug 8, 2026 - 03:02
Aug 8, 2026 - 03:02
 0
Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Padang untuk Autopsi Dugaan Perundungan
Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Padang untuk Autopsi Dugaan Perundungan

Polresta Padang melakukan ekshumasi terhadap makam seorang siswi sekolah dasar berinisial NH (10) pada Senin (3/8). Tindakan ini merupakan bagian dari penyelidikan atas laporan dugaan perundungan yang diduga dialami korban sebelum meninggal dunia.

Proses pembongkaran makam berlangsung di tengah guyuran hujan. Tim gabungan yang terdiri dari penyidik, tenaga medis forensik, dan personel pendukung tetap menjalankan seluruh tahapan pemeriksaan sesuai prosedur. Sejumlah petugas terlihat bekerja di dalam tenda yang dipasang di area pemakaman untuk melindungi proses identifikasi dan pemeriksaan jenazah dari hujan, sementara personel lain bersiaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya kegiatan.

Di lokasi juga tampak sebuah ambulans milik Masjid Muhammadan serta kendaraan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Barat yang disiapkan untuk mendukung proses ekshumasi.

Langkah pembongkaran makam dilakukan setelah keluarga korban secara resmi melaporkan dugaan perundungan yang dialami NH saat masih bersekolah di SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Polresta Padang dengan melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.

Kepala Seksi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto, menjelaskan bahwa ekshumasi dilakukan untuk memperoleh kepastian ilmiah mengenai penyebab kematian korban. "Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban melalui pemeriksaan forensik," ujarnya. Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi salah satu alat bukti penting dalam mengungkap fakta yang sebenarnya.

Polisi memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan metode ilmiah agar setiap kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, keluarga korban berharap proses penyelidikan dapat mengungkap penyebab kematian NH secara terang sehingga memberikan kepastian hukum dan keadilan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan dugaan perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah. Berbagai pihak berharap hasil penyelidikan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga proses ekshumasi selesai dilaksanakan, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan yang akan disampaikan setelah seluruh proses investigasi rampung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0