ParagonCorp Gali Potensi Tersembunyi Nilam Aceh, Bukan Sekadar Bahan Parfum

ParagonCorp bersama Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala meneliti patchouli alcohol crystal dari nilam Aceh sebagai kandidat bahan aktif alami untuk skincare. Eksplorasi ini memperluas pemanfaatan nilam yang selama ini dikenal untuk fragrance, membuka peluang inovasi kosmetik berbasis bahan alam Indonesia.

Sep 06, 2026 - 23:37
Updated: 2 months ago
0
ParagonCorp Gali Potensi Tersembunyi Nilam Aceh, Bukan Sekadar Bahan Parfum
ParagonCorp Gali Potensi Tersembunyi Nilam Aceh, Bukan Sekadar Bahan Parfum

ParagonCorp, perusahaan yang menyebut dirinya sebagai purposeful beauty tech company, tengah memperluas kajian ilmiah terhadap nilam Aceh. Bahan alam yang selama ini identik dengan industri fragrance itu kini dieksplorasi lebih dalam untuk membuka potensi baru di bidang kosmetik, khususnya skincare.

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK). Fokus penelitian diarahkan pada patchouli alcohol crystal, komponen yang berasal dari minyak nilam Aceh, yang sedang dikaji sebagai kandidat natural active ingredient untuk produk perawatan kulit.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa, mengungkapkan bahwa rasa ingin tahu ilmiah menjadi pendorong utama di balik eksplorasi ini. Menurutnya, satu temuan riset kerap melahirkan pertanyaan lanjutan yang membuka peluang baru.

"Dalam riset, satu pengetahuan sering kali membuka pertanyaan berikutnya. Ketika sebelumnya kami mempelajari patchouli dalam konteks fragrance, muncul pertanyaan lain, apakah masih ada potensi dari bahan yang sama yang belum kita pahami? Bagi ParagonCorp, rasa ingin tahu seperti inilah yang mendorong research untuk terus bergerak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Dalam kolaborasi ini, ARC USK membawa keahlian dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam. Sementara ParagonCorp berkontribusi melalui kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik serta pemahaman terhadap kebutuhan industri beauty. Perpaduan dua keahlian ini memungkinkan kajian karakteristik patchouli alcohol crystal dilakukan secara lebih mendalam.

Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa eksplorasi bahan alam tidak pernah berhenti pada satu manfaat. Pemahaman yang lebih dalam terhadap suatu komponen justru dapat memunculkan pertanyaan baru bagi arah penelitian selanjutnya.

"Karena itu, kami melihat nilam bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan peluang inovasi," ucapnya.

Penelitian terhadap patchouli alcohol crystal saat ini masih berada pada tahap eksplorasi. Selain menelaah potensinya sebagai kandidat bahan aktif alami untuk kosmetik, riset ini juga membuka ruang untuk mengembangkan metode yang mendukung penelitian bahan aktif di masa mendatang. Karena masih berlangsung, berbagai potensi yang ditemukan memerlukan pengujian dan validasi ilmiah lebih lanjut, sehingga belum diarahkan pada kesimpulan manfaat final atau klaim produk tertentu.

Bagi ParagonCorp, perjalanan riset ini mencerminkan bagaimana kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri dapat menciptakan nilai lebih besar dalam ekosistem inovasi. Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada produk beauty, tetapi juga pada penguatan sains, peneliti, sumber daya lokal, teknologi, dan industri sebagai fondasi masa depan industri kecantikan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User