OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja dengan Fitur Keamanan Baru, Bisakah Redakan Kekhawatiran?
OpenAI merilis ChatGPT for Teens dengan fitur keamanan tambahan seperti pengingat istirahat, Jam Tenang, dan Jam Belajar. Langkah ini menyusul berbagai tuntutan hukum yang menuduh ChatGPT berkontribusi pada kekerasan dan bunuh diri remaja. OpenAI juga akan menggunakan AI untuk memperkirakan usia pengguna dan menerapkan perlindungan otomatis bagi yang berusia di bawah 18 tahun.
OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT for Teens, sebuah versi khusus untuk remaja yang diklaim memiliki perlindungan keamanan lebih ketat. Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dan rentetan tuntutan hukum yang menuduh chatbot tersebut berdampak negatif pada kesehatan mental dan keselamatan anak muda.
Dalam pengumuman resminya pada Selasa (18/8), OpenAI menyatakan bahwa versi remaja ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur baru dan pengamanan yang dirancang khusus. Fitur-fitur tersebut antara lain pengingat untuk beristirahat setelah penggunaan selama 90 menit dalam rentang waktu tiga jam, serta opsi "Jam Tenang" yang memungkinkan orang tua atau remaja mengatur waktu tertentu saat ChatGPT tidak dapat diakses.
Selain itu, ada juga fitur "Jam Belajar" yang secara otomatis mengaktifkan mode belajar, dan peningkatan perlindungan untuk mencegah ChatGPT memberikan pendapat tentang perasaan pribadi pengguna. OpenAI juga menambahkan peringatan agar pengguna berpikir ulang sebelum mengunggah gambar pribadi atau sensitif ke chatbot.
Perlindungan baru ini akan diterapkan secara otomatis bagi pengguna yang mendaftar dengan usia di bawah 18 tahun. OpenAI juga mengklaim akan menggunakan teknologi AI untuk memperkirakan usia pengguna, sehingga mereka yang dicurigai masih di bawah umur akan tetap mendapatkan mode perlindungan yang sama meskipun tanggal lahir yang terdaftar berbeda.
Langkah ini diambil setelah OpenAI menghadapi serangkaian tuntutan hukum dari keluarga korban yang menuduh ChatGPT berkontribusi pada kekerasan atau bunuh diri remaja. Salah satu kasus mencuat pada April lalu, ketika tujuh keluarga korban penembakan sekolah di British Columbia menuntut OpenAI dan CEO Sam Altman, karena pelaku diduga berkomunikasi dengan chatbot tentang kekerasan senjata api.
Tuntutan serupa juga datang dari negara bagian Florida pada Juni, yang menuduh ChatGPT gagal melindungi anak di bawah umur dan bahkan mendorong perilaku berbahaya. OpenAI membantah tuduhan tersebut dan menegaskan telah menerapkan perlindungan serta kebijakan terbaik di industri.
Kepala bagian remaja dan keluarga OpenAI, Lauren Jonas, mengatakan bahwa ChatGPT for Teens didedikasikan untuk mendukung fokus belajar anak dengan fitur pengamanan tambahan. Data dari Pew Research Center menunjukkan hampir sepertiga remaja AS menggunakan chatbot AI setiap hari, dengan ChatGPT menjadi yang paling populer di kalangan mereka.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)