Netanyahu Dorong Arab Saudi Bergabung dengan Abraham Accords
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mendorong Arab Saudi untuk bergabung dengan Abraham Accords, menyebutnya sebagai lompatan bersejarah bagi perdamaian. Dorongan ini muncul setelah AS dan Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil, yang menurut Trump bergantung pada partisipasi Saudi dalam Abraham Accords. Saudi belum menanggapi, dan sebelumnya menegaskan tidak akan menjalin hubungan dengan Israel sebelum Palestina merdeka.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyuarakan keinginan agar Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, perjanjian normalisasi hubungan yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump. Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut keikutsertaan Saudi akan menjadi lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah.
Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan bersejarah pada Kamis (23/7) untuk bekerja sama membangun program nuklir sipil. Trump, melalui unggahan di Truth Social, menegaskan bahwa kesepakatan nuklir itu hanya untuk penggunaan non-militer, seperti yang sudah dimiliki Iran, Uni Emirat Arab, dan negara lain. Ia juga menekankan tidak akan ada pengayaan uranium dalam kerangka tersebut.
Namun, Trump menyatakan bahwa prospek kerja sama nuklir ini sepenuhnya bergantung pada keikutsertaan Arab Saudi dalam Abraham Accords. Hingga saat ini, Saudi belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Trump.
Sejak awal, Arab Saudi telah menegaskan sikapnya untuk tidak mengakui dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka. Sikap ini menjadi hambatan utama dalam proses normalisasi.
Abraham Accords sendiri telah ditandatangani oleh Bahrain, Uni Emirat Arab, Maroko, dan Sudan. Sebelumnya, Israel dan Saudi hampir mencapai kesepakatan normalisasi, namun gagal setelah Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza.
Netanyahu terus mendorong perluasan Abraham Accords dengan harapan dapat memperkuat posisi Israel di kawasan. Namun, tanpa perubahan sikap Saudi terkait Palestina, jalan menuju normalisasi masih panjang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)