Bupati Solok Resmikan Kurikulum Anti Narkoba, SMPN 2 Gunung Talang Jadi Percontohan
Pemerintah Kabupaten Solok bersama BNN Kabupaten Solok meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) untuk jenjang SMP. Bupati Solok Jon Firman Pandu menekankan pentingnya pencegahan dini, sementara SMPN 2 Gunung Talang menjadi contoh penerapan melalui integrasi ke 10 mata pelajaran dan berbagai kegiatan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok resmi meluncurkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di satuan pendidikan tingkat SMP. Peluncuran berlangsung pada Selasa (27/10/2026) di SMP Negeri 2 Gunung Talang dan menjadi langkah strategis memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini melalui jalur pendidikan.
Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam sambutannya menyebut narkoba sebagai ancaman serius yang dapat melemahkan kualitas sumber daya manusia dan merusak masa depan generasi muda. Menurutnya, pencegahan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.
"Narkoba seperti ancaman proxy war yang akan melemahkan kualitas sumber daya manusia dan menghancurkan bangsa. Ini yang harus kita cegah bersama. Narkoba harus kita lawan dan perangi bersama," ujar Jon Firman Pandu.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat bersinergi dengan BNN Kabupaten Solok untuk melindungi generasi muda. Para guru juga diminta berperan aktif mengawal siswa melalui penerapan program IKAN di sekolah. Bupati turut mengapresiasi program antinarkoba yang dijalankan BNN, sekolah, dan masyarakat, serta meresmikan penerapan IKAN yang diarahkan untuk jenjang SD dan SMP.
Kepala BNN Kabupaten Solok, M. Febrian Jufril, S.E., M.Si., menegaskan peluncuran IKAN bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ia menjelaskan program ini dirancang bukan untuk menambah beban pelajaran, melainkan menyisipkan nilai-nilai antinarkoba ke dalam proses pembelajaran dan aktivitas sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu menolak ajakan negatif, berpikir kritis, serta mengembangkan kecerdasan emosional agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. "Kita semua memiliki cita-cita yang sama, yaitu melihat anak-anak Kabupaten Solok tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, berprestasi, dan memiliki masa depan yang gemilang," kata Febrian.
Kepala Disdikpora Kabupaten Solok, Elafki, menekankan pentingnya penerapan IKAN secara komprehensif dan sistematis di seluruh SMP di Kabupaten Solok. Ia berharap sekolah lain dapat mengikuti penerapan program yang telah dijalankan SMP Negeri 2 Gunung Talang, sehingga upaya mewujudkan lingkungan pendidikan bersih dari narkoba berjalan merata.
SMP Negeri 2 Gunung Talang sendiri telah mengintegrasikan materi antinarkoba ke dalam 10 mata pelajaran dan layanan bimbingan konseling. Program juga diterapkan melalui kegiatan kokurikuler bertema "Sekolahku BERSINAR (Bersih dari Narkoba), Sehat Tanpa Narkoba, Keren dengan Karya". Selain pembelajaran di kelas, nilai-nilai antinarkoba diperkuat melalui 20 kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah, seperti pemilihan Duta Antinarkoba, deklarasi bersama, kampanye kreatif, lomba poster digital, infografis, video pendek, monolog, teater, hingga peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
Sekolah juga menghadirkan seminar antinarkoba, pojok baca, majalah dinding berisi karya dan pesan edukatif siswa, serta kegiatan seni dan olahraga sebagai sarana menanamkan kesadaran tentang bahaya narkoba. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BNN Kabupaten Solok dan Disdikpora menandatangani perjanjian kerja sama terkait pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)