Negara Arab Pasrah Hadapi Serangan Iran, Wali Kota New York Akui Tak Bisa Tangkap Netanyahu

Negara-negara Arab di kawasan Teluk mengalami kerugian besar akibat serangan Iran yang menargetkan aset militer AS. Sementara itu, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengakui tidak bisa menangkap PM Israel Netanyahu sesuai perintah ICC. Iran juga dilaporkan menyembunyikan fasilitas nuklir di bawah gunung.

Jul 29, 2026 - 08:00
Updated: 3 months ago
0
Negara Arab Pasrah Hadapi Serangan Iran, Wali Kota New York Akui Tak Bisa Tangkap Netanyahu
Negara Arab Pasrah Hadapi Serangan Iran, Wali Kota New York Akui Tak Bisa Tangkap Netanyahu

Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas masih menjadi sorotan utama berita internasional pada Rabu (22/7). Konflik ini berdampak besar pada negara-negara Timur Tengah, terutama anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menjadi sasaran serangan Iran. Negara-negara tersebut dituduh Iran membiarkan pasukan AS meluncurkan serangan dari wilayah mereka. Akibatnya, kilang minyak dan pembangkit listrik di kawasan itu mengalami kerusakan parah.

Di sisi lain, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengakui bahwa pemerintahannya tidak dapat menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X pada Selasa (21/7).

"Seperti yang sudah saya bilang, saya sepakat dengan ICC bahwa Benjamin Netanyahu seharusnya ditangkap dan dihukum atas kejahatannya, sebagaimana yang saya lakukan terhadap siapapun yang didakwa ICC," kata Mamdani.

Sementara itu, Iran disebut menyembunyikan fasilitas nuklir termasuk sentrifus pengayaan uranium pada kedalaman 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Kota Natanz. Fasilitas tersebut menjadi target serangan Presiden AS Donald Trump.

Salah satu sasaran yang akan dihancurkan adalah gerbang depan fasilitas penyimpanan uranium yang dikayakan Iran di gugus Pegunungan Pickaxe. Sentrifus pengayaan uranium itu berada tepat di bawah gunung Kuh-e Kolang Gaz La.

Nama Kolang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Pickaxe berdasarkan laporan Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User