Misteri 90 Tahun Terpecahkan? Ilmuwan Temukan Bukti Ruang Hampa Tak Pernah Benar-Benar Kosong

Para astronom menemukan bukti terkuat bahwa ruang hampa tidak sepenuhnya kosong, melalui fenomena vacuum birefringence yang diprediksi 90 tahun lalu. Dengan mengamati magnetar 1E1547, tim internasional mendeteksi polarisasi cahaya yang mengindikasikan partikel virtual memengaruhi perjalanan cahaya. Temuan ini bisa menjadi deteksi pertama dan menguji fisika kuantum dalam kondisi ekstrem.

Aug 28, 2026 - 06:00
Updated: 2 months ago
0
Misteri 90 Tahun Terpecahkan? Ilmuwan Temukan Bukti Ruang Hampa Tak Pernah Benar-Benar Kosong
Misteri 90 Tahun Terpecahkan? Ilmuwan Temukan Bukti Ruang Hampa Tak Pernah Benar-Benar Kosong

Jakarta - Sebuah tim astronom internasional berhasil mengungkap bukti baru yang memperkuat teori bahwa ruang hampa di alam semesta tidaklah benar-benar kosong. Temuan ini berkaitan dengan fenomena vacuum birefringence, sebuah prediksi dari mekanika kuantum yang pertama kali dicetuskan oleh fisikawan Werner Heisenberg hampir 90 tahun silam.

Dalam teori tersebut, ruang hampa sempurna sebenarnya dipenuhi oleh partikel virtual yang muncul dan menghilang dalam waktu sangat singkat. Keberadaan partikel ini dapat memengaruhi cara cahaya merambat, terutama ketika berada di sekitar medan magnet yang sangat kuat.

Untuk membuktikan hal ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Marcus Lower dari Swinburne University of Technology mengamati sebuah magnetar bernama 1E 1547.0-5408. Magnetar adalah jenis bintang neutron langka yang memiliki medan magnet terkuat yang pernah diketahui di alam semesta, menjadikannya laboratorium alami yang sempurna untuk menguji efek ini.

Dengan menggunakan Imaging X-ray Polarimetry Explorer (IXPE) milik NASA, serta dukungan teleskop sinar-X NICER di ISS dan teleskop radio Murriyang milik CSIRO, tim mengamati polarisasi cahaya dari magnetar tersebut. Mereka menemukan bahwa sumbu magnet dan rotasi 1E1547 hampir sejajar, sehingga objek ini terlihat dari arah kutubnya, kondisi yang ideal untuk mendeteksi vacuum birefringence.

Hasil pengamatan menunjukkan dua petunjuk utama: sinar-X yang dipancarkan memiliki tingkat polarisasi sangat tinggi, dan arah polarisasinya mengikuti medan magnet dengan pola yang konsisten dengan prediksi teori. "Karena kekuatan medan magnetnya, partikel virtual Heisenberg menjadi sejajar dengan arah medan tersebut," jelas Lower.

Meskipun temuan ini sangat menjanjikan, para ilmuwan masih membutuhkan pengamatan tambahan dan simulasi komputer yang lebih canggih untuk memastikan sinyal tersebut benar-benar berasal dari vacuum birefringence, bukan proses fisika lain. Jika terkonfirmasi, ini akan menjadi deteksi pertama fenomena ini dan membantu fisikawan memahami bagaimana teori kuantum bekerja dalam kondisi paling ekstrem di alam semesta.

"Dengan data masa depan dan simulasi terbaru kami, mungkin akhirnya kami dapat menyelesaikan pencarian yang dimulai Heisenberg hampir 90 tahun lalu," pungkas Lower. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User