Mbappe Minta Maaf ke China Usai Candaan Meme Mao Zedong Berujung Putusnya Kerja Sama Merek

Kylian Mbappe meminta maaf kepada China setelah komentarnya soal meme yang menggambarkannya sebagai Mao Zedong memicu kontroversi. Candaan yang bermula dari sindiran pengaruh besarnya di klub itu berujung pada pemutusan kerja sama sejumlah merek China dengan penyerang Real Madrid tersebut.

Oct 28, 2026 - 08:02
Updated: 2 days ago
0
Mbappe Minta Maaf ke China Usai Candaan Meme Mao Zedong Berujung Putusnya Kerja Sama Merek
Mbappe Minta Maaf ke China Usai Candaan Meme Mao Zedong Berujung Putusnya Kerja Sama Merek

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada China setelah komentarnya mengenai meme yang menggambarkannya sebagai Mao Zedong menuai reaksi keras. Insiden ini menjadi sorotan karena berawal dari candaan yang kemudian berdampak pada hubungan komersialnya di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Mbappe menyebut meme yang ia anggap paling lucu itu menampilkan dirinya sebagai sosok yang ia kira merupakan diktator China. Komentar tersebut langsung memicu kontroversi karena Mao Zedong merupakan tokoh sentral dalam sejarah resmi China sebagai pendiri Republik Rakyat China, sehingga candaan yang melibatkannya dinilai sensitif dan dapat dipandang sebagai penghinaan.

Meme bertema "Mbappe Diktator" sendiri mulai muncul pada 2022, ketika Mbappe memperpanjang kontrak bersama Paris Saint-Germain (PSG). Meme itu merupakan sindiran terhadap besarnya pengaruh Mbappe dalam pengambilan keputusan klub, mulai dari menentukan pemain yang dimainkan, dipecat, hingga dijual.

Popularitas meme tersebut semakin meningkat setelah Mbappe meninggalkan PSG pada 2024 dan bergabung dengan Real Madrid. Berbagai suntingan gambar bermunculan di media sosial, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memperbanyak variasi meme yang menggambarkan Mbappe sebagai seorang diktator.

Salah satu figur yang sering muncul dalam meme itu adalah Mobutu Sese Seko, mantan penguasa Zaire yang dikenal dengan topi bermotif kulit macan tutul. Julukan "Mobut" kemudian digunakan rekan setim Mbappe di timnas Prancis, Ousmane Dembele. Mbappe menganggap interaksi tersebut sebagai candaan, tetapi menilai sejumlah meme lain menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan.

Kontroversi semakin meluas ketika meme tersebut mengaitkan Mbappe dengan Mao Zedong. Karena kedudukan Mao yang sangat sensitif dalam sejarah dan politik China, candaan yang melibatkannya tidak lagi dipandang sebagai lelucon semata.

Dampaknya merambah ke ranah komersial setelah sejumlah merek China memutus hubungan kerja sama dengan Mbappe. Komentar yang awalnya dianggap sebagai candaan mengenai meme dirinya pun berubah menjadi persoalan reputasi dan bisnis bagi pemain timnas Prancis tersebut.

Permintaan maaf Mbappe kepada China menjadi penutup dari rangkaian kontroversi ini, sementara dampak komersialnya turut memengaruhi hubungan sang pemain dengan sejumlah merek di negara tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User