Mahasiswa KKN UNP Gelar Edukasi Anti-Bullying untuk 51 Siswa SDN 09 Panta

Mahasiswa KKN UNP mengadakan edukasi pencegahan bullying di SDN 09 Panta, Agam, diikuti 51 siswa. Kegiatan menggunakan permainan interaktif, diskusi, dan video untuk menanamkan nilai saling menghargai. Siswa diajak berkomitmen anti-bullying melalui sesi 'Rangkul Janji Kita'.

Aug 9, 2026 - 02:18
Aug 9, 2026 - 02:18
 0
Mahasiswa KKN UNP Gelar Edukasi Anti-Bullying untuk 51 Siswa SDN 09 Panta
Mahasiswa KKN UNP Gelar Edukasi Anti-Bullying untuk 51 Siswa SDN 09 Panta

Sebanyak 51 siswa kelas I hingga VI SD Negeri 09 Panta mengikuti kegiatan edukasi pencegahan bullying yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan berlangsung di Jorong Panta, Nagari Panta Pauah, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Program ini bertujuan menanamkan nilai saling menghargai, meningkatkan kepedulian antarsiswa, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi.

Kepala SDN 09 Panta, Yeni Astuti, S.Pd., membuka acara yang dihadiri seluruh guru. Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana. Saat mahasiswa bertanya tentang pengalaman diejek teman, sejumlah siswa mengangkat tangan, beberapa lainnya menunduk. Momen ini menjadi pembuka diskusi tentang perundungan.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai bentuk bullying, seperti kekerasan fisik, ejekan, julukan merendahkan, pengucilan, dan perilaku menyakiti lainnya. Penyampaian menggunakan presentasi dengan contoh sederhana yang dekat dengan keseharian anak, sehingga mereka menyadari bahwa candaan bisa berdampak psikologis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Beberapa siswa berani menceritakan pengalaman pribadi atau yang mereka saksikan. Mahasiswa memandu cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan atau kata-kata menyakitkan. Ada seorang siswa yang menangis saat bercerita menjadi korban bullying, menunjukkan kedalaman dampak yang dirasakan.

Pemahaman siswa diperkuat dengan pemutaran video edukasi tentang dampak bullying terhadap perkembangan emosional anak. Video ini menegaskan bahwa setiap ucapan dan tindakan memiliki konsekuensi, serta setiap anak berhak merasa aman di sekolah.

Puncak kegiatan adalah sesi "Rangkul (Janji Kita)", di mana seluruh siswa berdiri dan mengucapkan komitmen untuk saling menghargai, tidak melakukan perundungan, dan berani membantu teman korban bullying. Kegiatan ditutup dengan "Rangkul Lingkaran", membentuk lingkaran sambil bernyanyi sebagai simbol kebersamaan.

Ketua Kelompok KKN UNP Jorong Panta, Muhammad Rafif, menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun berdasarkan observasi selama program KKN. Ia berharap anak-anak memahami bahwa menghargai teman adalah nilai hidup, bukan sekadar aturan sekolah, dan tumbuh menjadi pribadi yang peduli serta berani menolak bullying.

Kepala SDN 09 Panta, Yeni Astuti, mengapresiasi pendekatan yang meningkatkan partisipasi siswa. Ia berharap nilai-nilai dari kegiatan ini terus diterapkan agar sekolah menjadi lebih aman dan saling menghargai. Salah satu siswa, Khalif, mengaku mendapat pemahaman baru bahwa mengejek dapat menyakiti teman, dan ia bertekad tidak mengulanginya.

Bullying masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan karena berdampak pada kesehatan mental, rasa percaya diri, dan semangat belajar anak. Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNP tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga pengalaman belajar menyenangkan yang mendorong budaya saling menghormati sejak dini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0