Layang-layang Anak Gaza Bikin Israel Murka, Netanyahu Ancam Evakuasi Warga
Layang-layang dan balon yang diterbangkan anak-anak Palestina di Gaza memicu kemarahan Israel. Netanyahu dan Katz mengancam akan meningkatkan operasi militer dan mengevakuasi warga dari lokasi peluncuran, meski layang-layang tersebut tidak membawa bahan berbahaya. Hamas menyebut ancaman itu dalih untuk melanjutkan agresi.
Jakarta, CNN Indonesia -- Permainan anak-anak Palestina di Jalur Gaza ternyata memicu reaksi keras dari pemerintah Israel. Layang-layang yang diterbangkan anak-anak di kamp pengungsian Gaza membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengeluarkan ancaman serius.
Dalam pernyataan bersama setelah rapat keamanan yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Israel Eyal Zamir dan pejabat militer senior, Netanyahu dan Katz memperingatkan akan meningkatkan operasi militer serta mengevakuasi warga Palestina dari wilayah yang dianggap sebagai lokasi peluncuran layang-layang dan balon, jika aktivitas tersebut terus berlanjut.
Padahal, berdasarkan pemeriksaan militer Israel, layang-layang yang ditemukan di dekat pemukiman Israel yang berbatasan dengan Gaza tidak membawa bahan mencurigakan dan tidak membahayakan masyarakat. Media Israel melaporkan setidaknya empat layang-layang terbang dari Gaza ke Kibbutz Nahal Oz selama akhir pekan kemarin.
Menurut laporan Anadolu Agency, layang-layang itu umumnya diterbangkan anak-anak untuk bermain dan mencari hiburan di tengah kondisi sulit di kamp-kamp pengungsian Gaza. Karena ringan dan dikendalikan dengan tali dari tanah, layang-layang dapat terbawa angin hingga mendekati wilayah Israel jika talinya terputus. Sejumlah pemukiman Israel hanya berjarak beberapa kilometer dari Gaza.
Meski demikian, banyak pihak mengaitkan layang-layang tersebut dengan layang-layang dan balon Gaza yang pernah membawa alat pembakar dan mendarat di Israel selatan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya pada Minggu, Katz telah memerintahkan militer Israel untuk bertindak "segera dan tegas" terhadap layang-layang dan balon yang datang dari Gaza.
"Balon itu seperti layang-layang, dan layang-layang itu seperti drone, baik membawa bahan peledak atau tidak," kata Katz. Ancaman ini menuai kritik dan kekhawatiran warga Palestina di Gaza karena dinilai bisa menjadi alasan untuk memperluas operasi militer Israel.
Menurut Israel, Hamas sengaja meluncurkan layang-layang tersebut untuk menguji respons Israel. Namun, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyebut layang-layang itu sebagai "mainan anak-anak di kamp-kamp pengungsi." Ia menilai ancaman Israel merupakan upaya membenarkan agresi terhadap warga Gaza.
"Ancaman-ancaman ini, yang didasarkan pada dalih yang dibuat-buat, merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, hingga sampai pada titik mengancam anak-anak di Jalur Gaza," kata Qassem. Ia mendesak AS, mediator, dan negara-negara penjamin untuk menekan Israel agar menghentikan serangan yang melanggar gencatan senjata.
Analis politik Iyad al-Qarra menilai ancaman Israel bisa digunakan untuk kepentingan militer dan politik. Menurutnya, isu layang-layang dapat menjadi alasan untuk memperluas serangan udara Israel ke Gaza. Ia juga menilai ancaman tersebut bisa digunakan Israel untuk meningkatkan ketegangan dan mengalihkan perhatian masyarakat, sambil menghindari kewajibannya terkait kesepakatan gencatan senjata Gaza. "Bagaimana mungkin negara nuklir sebesar Israel merasa khawatir dengan layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak?" katanya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)