Kim Yo Jong Sindir Korsel: Nasib Boneka yang Tak Berani Protes ke Trump

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara, mengolok-olok Korea Selatan setelah Trump meminta pengurangan latihan militer gabungan AS-Korsel. Ia menyebut Seoul sebagai 'boneka' yang tak bisa protes dan mengkritik Presiden Lee Jae Myung yang dianggap bermuka dua.

Aug 29, 2026 - 02:14
Updated: 2 months ago
0
Kim Yo Jong Sindir Korsel: Nasib Boneka yang Tak Berani Protes ke Trump
Kim Yo Jong Sindir Korsel: Nasib Boneka yang Tak Berani Protes ke Trump

Jakarta, CNN Indonesia -- Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik pedas terhadap Korea Selatan menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta pengurangan latihan militer gabungan antara AS dan Korsel. Dalam pernyataan resminya pada Kamis (20/8), Kim Yo Jong menyebut penghentian mendadak latihan tersebut tanpa diskusi sebagai kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Seoul ditempatkan dalam posisi yang menyedihkan di mana mereka harus meninggalkan 'latihan perang' favorit mereka karena satu pernyataan dari Trump, yang tiba-tiba memerintahkan pengurangan latihan," ujar Kim Yo Jong, seperti dikutip dari Korea JoongAng Daily.

Ia juga menyindir nasib militer Korea Selatan yang dianggapnya tidak berdaya di hadapan AS. "Ini adalah nasib militer boneka yang sudah mempercayakan wewenang komando kepada tuannya, sehingga mereka tak bisa mengucapkan protes satu kata pun," tambahnya.

Kim Yo Jong juga menyerang Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang sebelumnya menyatakan menghargai keputusan Trump dan menyebutnya sebagai peluang untuk memperkuat pertahanan nasional mandiri serta membuka fase baru hubungan antar-Korea. Namun, Kim menilai pernyataan Lee sebagai upaya mengalihkan perhatian.

"Penguasa Seoul mencoba mengalihkan perhatian dengan menyebut sebagai kesempatan untuk beralih ke fase baru atau titik awal baru yang bisa membawa perubahan dalam hubungan, siapapun bisa melihat ini adalah alasan yang lemah," tegasnya.

Lebih lanjut, Kim Yo Jong mengatakan bahwa dunia kini menyaksikan bahwa dukungan keamanan dari AS tidaklah gratis. Pernyataan ini muncul setelah Trump meminta pengurangan latihan militer dengan Korea Selatan, dengan alasan bahwa latihan semacam itu tidak pantas dan dapat menimbulkan permusuhan, narasi yang selama ini kerap digaungkan oleh Pyongyang.

Trump sendiri mengakui bahwa keputusan tersebut diambil karena hubungan baiknya dengan Kim Jong Un. Pernyataan Kim Yo Jong ini menjadi kritik terbaru dari Korea Utara terhadap kebijakan AS dan Korea Selatan di tengah dinamika hubungan antarnegara yang terus berubah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User