Kapolri, DPR, dan PSSI Duduk Satu Meja Bahas Masa Depan Super League
Polri, DPR RI, pemerintah, PSSI, dan operator Super League 2026/2027 menggelar pertemuan di Fairmont Jakarta. Kapolri Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya pencegahan gangguan keamanan, sementara Sufmi Dasco Ahmad menyoroti dampak ekonomi sepak bola. Erick Thohir dan Ferry Paulus menegaskan komitmen menjaga profesionalisme serta persatuan lewat kompetisi.
Pemerintah, kepolisian, DPR RI, PSSI, dan para pemilik klub berkumpul dalam Club Owners Meeting Super League 2026/2027 di Fairmont Jakarta, Jumat (30/10). Pertemuan itu menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat komitmen menjaga keberlangsungan, keamanan, dan kualitas kompetisi sepak bola nasional yang belakangan diterpa sejumlah isu.
Hadir dalam forum tersebut Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Direktur Utama I.League Ferry Paulus juga tampak mendampingi para pemilik klub BRI Super League yang total berjumlah 18 tim.
Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan tanggung jawab operator kompetisi dan klub untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Klub diminta memiliki pemahaman mendalam terhadap karakteristik suporternya masing-masing.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tindakan anarkis, pelanggaran hukum, kriminalisme, serta pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan sepak bola untuk memicu konflik. Menurutnya, kepolisian menjalankan langkah pengamanan berdasarkan pemetaan risiko, data, dan informasi intelijen, sehingga dukungan serta komitmen nyata dari operator kompetisi sangat dibutuhkan.
Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan perhatian DPR terhadap perkembangan sepak bola nasional. Ia menilai sepak bola memiliki dampak ekonomi yang besar, sehingga besarnya pengaruh tersebut perlu diiringi upaya menjaga persatuan dan mengantisipasi potensi konflik yang dapat mengganggu kompetisi.
Sementara itu, Erick Thohir mengapresiasi peningkatan profesionalisme kompetisi serta keberhasilan tim nasional menjuarai FIFA ASEAN Cup. Ia menegaskan bahwa sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa.
Ferry Paulus menambahkan, perkembangan sepak bola Indonesia semakin memberikan dampak luas, mulai dari pembangunan karakter generasi muda. Karena itu, I.League bersama klub berkomitmen menjaga kemajuan tersebut melalui kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan profesionalisme, serta penguatan koordinasi keamanan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)