Iran Beri Ultimatum ke Negara Lain: Jangan Ikut Sanksi AS atau Kami Anggap Musuh

Iran memperingatkan negara-negara lain agar tidak ikut serta dalam sanksi ekonomi yang dipimpin AS, dengan ancaman akan dianggap musuh. Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, juga mengancam akan menyerang kepentingan ekonomi AS jika sanksi diberlakukan. China mengkritik langkah AS, sementara UEA menangguhkan transaksi dengan Iran.

Aug 29, 2026 - 02:14
Updated: 2 months ago
0
Iran Beri Ultimatum ke Negara Lain: Jangan Ikut Sanksi AS atau Kami Anggap Musuh
Iran Beri Ultimatum ke Negara Lain: Jangan Ikut Sanksi AS atau Kami Anggap Musuh

Jakarta, CNN Indonesia -- Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara di dunia untuk tidak terlibat dalam kampanye sanksi ekonomi yang digagas Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, dalam siaran televisi pemerintah, Kamis (20/8).

Rezai menegaskan bahwa negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan dianggap sebagai musuh. "Kami menyatakan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Washington yang terus mendesak sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam kampanye baru Presiden Donald Trump guna mengisolasi ekonomi Iran. Langkah tersebut berlangsung di tengah konfrontasi militer AS-Iran yang telah berlangsung mendekati bulan keenam.

Rezai juga mengingatkan bahwa Iran masih memiliki banyak opsi dalam menghadapi AS. Ia mengklaim bahwa sejauh ini Iran hanya menargetkan pangkalan militer, namun jika sanksi ekonomi dijatuhkan, Iran tidak akan segan menyerang perusahaan-perusahaan minyak dan ekonomi AS di sekitar wilayahnya. "Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami akan menyerang perusahaan-perusahaan tersebut," ancamnya.

Lebih lanjut, Rezai mengeluarkan ancaman yang lebih eksplisit kepada Trump. "Jika dia mengambil tindakan, konfrontasi kami akan bagaikan gempa bumi," katanya.

Sementara itu, Washington sebelumnya telah meminta sejumlah negara, terutama China yang merupakan mitra strategis utama Iran, untuk bergabung dalam upaya isolasi ekonomi. Namun Beijing justru mengkritik inisiatif tersebut dengan alasan sanksi tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA), salah satu mitra dagang utama Iran, pada Selasa (18/8) mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini menambah tekanan ekonomi terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User