Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker di Mesir, Tuding Israel Lakukan Operasi Bendera Palsu

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah keterlibatan Iran dalam serangan terhadap kapal tanker gas AS di Mesir. Ia menuding Israel melakukan operasi bendera palsu untuk merusak perdamaian regional. Serangan tersebut menyebabkan dua kapal tanker terbakar di Pelabuhan Damietta, dan memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan serangan ke Iran.

Aug 8, 2026 - 03:02
Aug 8, 2026 - 03:02
 0
Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker di Mesir, Tuding Israel Lakukan Operasi Bendera Palsu
Iran Bantah Terlibat Serangan Tanker di Mesir, Tuding Israel Lakukan Operasi Bendera Palsu

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas membantah tuduhan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berada di balik serangan terhadap kapal tanker milik Amerika Serikat di Mesir. Dalam pernyataannya, ia justru menuding Israel sebagai dalang di balik insiden tersebut, menyebutnya sebagai operasi bendera palsu (false flag) yang dirancang untuk menciptakan konflik dan memanipulasi opini publik.

Pernyataan Araghchi disampaikan melalui akun media sosial X pada Jumat (31/7). Ia mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap skema Israel yang bertujuan merusak perdamaian kawasan. "Kami semua harus waspada terhadap skema-skema Israel dan Operasi Bendera Palsu yang bertujuan merusak perdamaian regional," tulisnya. Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut nyata, bersifat timbal balik, dan mengkhawatirkan solidaritas umat Muslim.

Menlu Iran juga menegaskan bahwa Mesir adalah sahabat dan mitra penting di kawasan Timur Tengah. "Keamanannya memiliki kepentingan utama bagi kami," ujarnya, merespons insiden yang terjadi di perairan Mesir.

Sebelumnya, perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa sebuah kapal tanker pengangkut gas dihantam drone pada Rabu (29/7). Mereka menilai serangan ini dapat menjadi tanda meluasnya konflik di Timur Tengah. Perusahaan jasa pelabuhan Inchcape juga mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker gas terbakar di Pelabuhan Damietta, Mesir.

Tiga sumber menyebutkan bahwa drone menghantam kapal tanker penyimpanan gas Energos Winter, menyebabkan kebakaran yang kemudian menjalar ke kapal lain, Gaslog Salem. Insiden ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut. Trump bahkan memerintahkan serangan ke Iran setelah kapal tanker terbakar dan pangkalan militer AS di Yordania dirudal.

Serangan terhadap kapal tanker AS di Mesir terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Padahal, kedua negara sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata dan menandatangani Nota Kesepahaman untuk memulai pembicaraan menuju negosiasi damai. Insiden ini pun berpotensi menggagalkan upaya diplomasi yang tengah berjalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0