AI Mulai Berperan dalam Pekerjaan, Prioritas Kota, dan Respons Medis
AI semakin terintegrasi dalam berbagai sektor, dari industri hingga layanan publik. Di IBM Think 2026, ditunjukkan bagaimana AI memandu pekerjaan teknis, membantu penanganan bencana di Samarinda, dan melatih respons medis di Singapura. Namun, para ahli menekankan pentingnya kendali manusia dalam pengambilan keputusan.
Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak lagi sekadar menjadi bahan diskusi, tetapi mulai terlihat penerapannya dalam berbagai aspek kehidupan. Di IBM Industry 4.0 Studio, Singapura, sebuah simulasi menunjukkan bagaimana AI dapat memandu seorang teknisi dalam melakukan pemeriksaan dan perbaikan sistem komputer IBM z17. Melalui perangkat mixed reality, instruksi dari berbagai sumber seperti manual dan video diolah menjadi panduan langkah demi langkah yang langsung dapat diikuti.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa AI tidak hanya berperan sebagai chatbot, tetapi juga ditempatkan di tengah pekerjaan nyata. Dalam demonstrasi lain, robot menyerupai anjing dirancang untuk memasuki area berbahaya, dilengkapi sensor dan AI generatif multimodal untuk mendeteksi ancaman serta membantu mencari pekerja yang terjebak. Di sudut lain, AI digunakan untuk memeriksa komponen kendaraan, mendeteksi lebih dari 15 jenis cacat pada komponen memori, dan memantau panel surya melalui drone.
General Manager IBM Manufacturing Solutions, Ong Tun Kim, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut berangkat dari kasus nyata yang ditangani bersama klien. Tim IBM duduk bersama klien untuk memetakan persoalan operasional sehari-hari, kemudian menyusun peta jalan transformasi. Setiap sistem dirancang khusus sesuai karakter industri dan kebutuhan pengguna.
Di Singapura, pemerintah menaruh perhatian besar pada pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas organisasi. Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, menyoroti bahwa penggunaan AI oleh individu tidak otomatis meningkatkan produktivitas perusahaan atau pemerintah. Oleh karena itu, fokus diarahkan pada integrasi AI ke dalam proses bisnis di empat sektor utama: manufaktur, kesehatan, keuangan, dan konektivitas, yang bersama-sama menyumbang sekitar 40 persen produk domestik bruto negara tersebut.
Salah satu contoh penerapan AI untuk kepentingan publik adalah platform SADAR (System Analysis for Disaster and Adaptive Response) yang dikembangkan IBM bersama Yayasan Kota Kita di Samarinda. Platform ini membantu pemerintah memetakan risiko banjir, panas perkotaan, tekanan penggunaan lahan, dan urbanisasi dengan menggabungkan data iklim, historis, kondisi fisik wilayah, serta informasi sosial-ekonomi. Direktur Eksekutif Kota Kita, Ahmad Rifai, menyatakan bahwa banyak data yang dimiliki kota-kota di Indonesia, tetapi tersebar dan belum diolah menjadi dasar keputusan. Dengan SADAR, data lokasi banjir dapat dipadukan dengan informasi kemiskinan dan penyandang disabilitas untuk mengidentifikasi kelompok paling rentan saat bencana.
Di sektor kesehatan, Changi General Hospital mengembangkan platform pelatihan penanganan insiden korban massal anak dengan menggabungkan mixed reality dan dua sistem AI IBM. Sistem watsonx.ai digunakan untuk menganalisis jalannya skenario, sementara watsonx Orchestrate mengatur alur kerja dan memantau kinerja. AI Assessor menjadi komponen utama untuk menemukan celah dalam respons dan memberikan penilaian kinerja yang lebih terukur. Senior Consultant di Department of Emergency Medicine, Jimmy Goh, menegaskan bahwa AI digunakan untuk meningkatkan kesiapan tenaga medis, tetapi pengambilan keputusan tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada AI.
General Manager IBM Asia Pacific, Hans Dekkers, menyebut kompetisi menuju organisasi berbasis AI sudah berlangsung. Institusi yang unggul adalah yang mampu menanamkan AI ke seluruh operasi dengan tiga fondasi: AI yang dapat dipercaya, data yang siap digunakan, serta infrastruktur digital yang terbuka, hybrid, dan berdaulat. Namun, ketika AI bergerak ke pelayanan publik, taruhannya berubah karena teknologi dapat memengaruhi prioritas dan alokasi sumber daya.
Meskipun proyek seperti SADAR masih berupa pilot dan dampaknya belum terukur, sistem tersebut menunjukkan bahwa berbagai jenis data dapat dihimpun dan dibaca bersama. Efektivitasnya akan terlihat ketika pemerintah menggunakannya dalam perencanaan dan menjadikan hasil analisis sebagai dasar tindakan. Pada akhirnya, AI seperti kompas yang menunjukkan arah, tetapi manusia tetap harus memutuskan apakah arah itu layak dipercaya dan apakah keputusan yang diambil berpihak kepada mereka yang paling rentan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0