Singapura Minta Warganya Tunda Umrah, Serangan ke Bandara Riyadh Telan 12 Korban
Singapura melalui MUIS meminta warganya menunda perjalanan umrah ke Arab Saudi setelah rentetan serangan rudal dan drone ke sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan pada Sabtu (10/10) menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, termasuk sejumlah jemaah umrah. MUIS juga meminta operator perjalanan menangani penundaan secara adil dan bijak.
Singapura resmi mengimbau warganya untuk menunda perjalanan umrah ke Arab Saudi. Imbauan ini menyusul rentetan serangan rudal dan drone yang terus meningkat ke sejumlah fasilitas publik di negara kerajaan tersebut, terutama bandara di ibu kota Riyadh.
Pernyataan itu disampaikan Dewan Urusan Agama Islam Singapura (MUIS) pada Rabu (14/10). MUIS meminta warga Singapura memperhatikan nasihat perjalanan yang telah dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (MFA) Singapura sehari sebelumnya.
Dalam travel advisory tersebut, Kemlu Singapura mengimbau seluruh warganya untuk menunda segala jenis perjalanan ke Arab Saudi. Langkah ini diambil menyusul rentetan serangan rudal dan drone yang terjadi belakangan ini.
MUIS menyadari bahwa penundaan ini menimbulkan dampak keuangan yang di luar kendali para calon jemaah. Karena itu, lembaga tersebut mendesak para operator perjalanan untuk menangani kasus-kasus ini dengan baik, adil, dan penuh pengertian.
"Kami menyadari bahwa para calon jemaah pasti menghadapi dampak keuangan di luar kendali dan kesalahan masing-masing, maka (kami) mendesak para operator perjalanan untuk menangani kasus-kasus ini dengan baik, adil, dan pengertian," bunyi pernyataan MUIS seperti dikutip The Straits Times.
MUIS juga telah berkomunikasi dengan sejumlah agen perjalanan agar mempermudah para jemaah menunda dan menjadwal ulang perjalanan mereka ke Arab Saudi. Lembaga itu menyatakan akan terus memantau ketat situasi dan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah lainnya terkait perkembangan di Timur Tengah.
"Kami menghargai kesabaran dan pengertian dari komunitas (Muslim), dan mendorong para jemaah dan keluarga untuk tetap taat imbauan dan nasihat dari pihak berwenang di saat situasi terus berubah ini," kata MUIS.
Nasihat perjalanan ini keluar menyusul rentetan serangan yang diduga dilancarkan milisi Houthi Yaman ke Arab Saudi. Serangan-serangan itu belakangan menyasar fasilitas publik, termasuk sejumlah bandara, terutama bandara di ibu kota Riyadh.
Sejumlah jemaah umrah turut menjadi korban dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10). Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir. Menurut Inside the Haramain, akun yang melaporkan perkembangan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, jemaah dan pengunjung kedua masjid suci itu termasuk di antara korban serangan.
Dua dokter juga mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak beribadah ke Makkah terluka saat menunggu giliran naik pesawat di bandara tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)