Kapal Kargo 2.500 Kontainer Terbakar dan Karam di Selat Hormuz Usai Diduga Kena Ranjau

Sebuah kapal kargo bermuatan lebih dari 2.500 kontainer terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz setelah diduga menabrak ranjau laut. IRGC mengklaim kapal melintas di jalur tidak sah, sementara perusahaan keamanan Vanguard menyebut kapal berbendera Singapura GFS Pride terkena proyektil. UKMTO melaporkan dua kapal kontainer lain terkena proyektil namun hanya rusak ringan.

Oct 15, 2026 - 00:02
Updated: 10 hours ago
0 0
Kapal Kargo 2.500 Kontainer Terbakar dan Karam di Selat Hormuz Usai Diduga Kena Ranjau
Kapal Kargo 2.500 Kontainer Terbakar dan Karam di Selat Hormuz Usai Diduga Kena Ranjau

Sebuah kapal kargo yang mengangkut lebih dari 2.500 kontainer dilaporkan terbakar dan tenggelam di perairan Selat Hormuz pada Selasa (12/10) setelah diduga menabrak ranjau laut. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan maritim di kawasan tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kapal kontainer itu berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak sah dan berbahaya. Menurut IRGC, kapal tersebut menabrak ranjau yang kemudian meledak. Pernyataan itu dikutip dari kantor berita AFP.

Dalam gambar-gambar yang dirilis IRGC, terlihat kepulan asap hitam membubung dari sebuah kapal. Puluhan kontainer yang jatuh tampak mengapung di permukaan air setelah insiden tersebut.

Sementara itu, perusahaan keamanan asal Inggris, Vanguard, juga melaporkan adanya insiden kapal tenggelam. Vanguard menyebut kapal kontainer berbendera Singapura bernama GFS Pride terkena proyektil pada Selasa (13/10) dan kemudian tenggelam. Namun, belum jelas apakah pernyataan IRGC dan Vanguard merujuk pada kapal yang sama.

Vanguard turut melaporkan tiga kapal lain yang terkena serangan pada hari yang sama. Dua di antaranya melanjutkan perjalanan, sedangkan nasib kapal ketiga hingga kini tidak diketahui.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Rabu (14/10) melaporkan bahwa dua kapal kontainer terkena proyektil pada Selasa. Keduanya melanjutkan perjalanan setelah hanya mengalami kerusakan ringan.

Iran mengeklaim memiliki kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan hidrokarbon dunia sebelum pecahnya perang di Timur Tengah. Iran kerap menargetkan kapal-kapal yang dituduh melintas tanpa izin, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User