Modal KUR BRI Rp25 Juta Berbuah Manis, Kios Sembako Fitriani Kini Jadi Grosir dan Serap Tenaga Kerja

Fitriani, pelaku usaha di Pasar Gerning, Pesawaran, Lampung, mengubah kios sembako menjadi toko grosir berkat KUR BRI. Mulai dari pinjaman Rp25 juta pada 2016, usahanya berkembang hingga mendapat KUR Rp100 juta. Kini ia melayani pembelian besar dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Oct 14, 2026 - 20:02
Updated: 10 hours ago
0 0
Modal KUR BRI Rp25 Juta Berbuah Manis, Kios Sembako Fitriani Kini Jadi Grosir dan Serap Tenaga Kerja
Modal KUR BRI Rp25 Juta Berbuah Manis, Kios Sembako Fitriani Kini Jadi Grosir dan Serap Tenaga Kerja

Fitriani, pelaku usaha di Pasar Gerning, Kabupaten Pesawaran, Lampung, membuktikan bahwa modal usaha yang tepat dapat mengubah skala bisnis secara signifikan. Berawal dari kios sembako, usahanya kini bertransformasi menjadi toko grosir yang melayani masyarakat dan pedagang di desa sekitar. Perkembangan ini tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

Perjalanan Fitriani dimulai pada 2016 ketika ia mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp25 juta dengan tenor dua tahun. Dana tersebut digunakan untuk menambah stok sembako guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat. Pinjaman pertama itu lunas tepat waktu seiring lancarnya usaha, membuka jalan bagi Fitriani untuk kembali mengakses pembiayaan.

Pada pengajuan berikutnya, ia memperoleh KUR BRI senilai Rp35 juta dengan jangka waktu dua tahun. Modal itu dipakai untuk meningkatkan kapasitas penjualan dan memenuhi permintaan yang kian bertambah. Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, Fitriani kembali mendapat KUR BRI sebesar Rp100 juta dengan tenor tiga tahun. Dana itu digunakan untuk menambah volume pembelian barang, memperbesar kapasitas grosir, dan menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk pemilik warung dan toko kecil di sekitarnya.

"Alhamdulillah, usaha yang saya jalankan sekarang semakin berkembang menjadi toko grosir sembako yang melayani pembelian dalam jumlah besar. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat Desa Gerning, tetapi juga para pemilik toko kecil di desa tersebut dan wilayah sekitar," ujar Fitriani dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10).

Fitriani mengaku usahanya berawal dari keinginan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Kini, ia melihat peluang memberi manfaat lebih luas. Aktivitas dagang yang meningkat tidak hanya memenuhi kebutuhan warga dan pedagang kecil, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar sesuai kebutuhan operasional usaha.

Bagi Fitriani, perkembangan usaha ini bukan sekadar pencapaian bisnis. Usaha tersebut menjadi jalan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Ia berkesempatan meningkatkan penghasilan, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan membangun fondasi ekonomi keluarga yang lebih kuat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pengembangan usaha mikro merupakan bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan usaha diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis dan menciptakan peluang ekonomi yang bermanfaat lebih luas.

"BRI terus berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan kapasitas dan skala usahanya," tutur Dhanny. Ia menambahkan, BRI berharap pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja serta memperkuat aktivitas perdagangan dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User