Hashim Kembali Patahkan Narasi Indonesia Gelap, Sebut RI Punya Masa Depan Cerah di Depan Investor Global

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo kembali membantah narasi Indonesia Gelap di hadapan investor global pada acara Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta. Ia menegaskan Indonesia memiliki masa depan cerah karena tidak terlibat konflik global dan menganut prinsip diplomasi 1.000 teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.

Oct 07, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Hashim Kembali Patahkan Narasi Indonesia Gelap, Sebut RI Punya Masa Depan Cerah di Depan Investor Global
Hashim Kembali Patahkan Narasi Indonesia Gelap, Sebut RI Punya Masa Depan Cerah di Depan Investor Global

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo sekali lagi menepis narasi Indonesia Gelap yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Penegasan itu ia sampaikan di hadapan para investor global dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut adik Presiden Prabowo Subianto tersebut, narasi Indonesia Gelap digunakan sebagian orang di media sosial untuk menggambarkan kondisi Republik Indonesia yang sedang berada dalam periode penuh keterpurukan dan kesuraman. Namun, Hashim menilai kehadiran para investor di forum tersebut justru secara langsung membantah anggapan itu.

"Menurut saya, Indonesia terang. Indonesia memiliki masa depan yang cerah, Indonesia memiliki masa depan yang cerah karena banyak sekali alasan," ujar Hashim.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia selalu menyambut investor dari seluruh penjuru dunia dengan berprinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Posisi RI yang tidak terlibat dalam konflik global mana pun dinilai mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi negara.

"Kepala Negara kita, kepala pemerintahan kita, merupakan teman setiap kepala pemerintahan di dunia. Menurut saya, hal tersebut menjadi pertanda baik bagi kita," ujar Hashim.

Oleh karena itu, Hashim menilai investor yang menanamkan modal di Indonesia adalah orang yang beruntung. "Saya pikir anda akan sangat beruntung berinvestasi di negara yang tidak memiliki musuh. Kami benar-benar tidak memiliki musuh. Kami selalu mencari teman," ujarnya.

Ia turut mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto yang selalu memegang prinsip diplomasi 1.000 teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Prinsip yang menjadi kemudi kebijakan luar negeri tersebut, menurut Hashim, merupakan warisan berharga dari para pendiri bangsa.

"Kakek saya adalah salah satu dari, seingat saya, 60 bapak pendiri bangsa," ujar Hashim. Ia menegaskan warisan dari para pendiri bangsa tersebut sukses mewariskan identitas Indonesia sebagai negara damai, sekaligus menjadi magnet bagi para investor dari berbagai negara dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User