Harga Kripto Anjlok, Transaksi di Indonesia Ikut Merosot Tajam
Harga kripto seperti Bitcoin dan Ethereum turun, transaksi di Indonesia anjlok. Namun, jumlah pengguna kripto justru meningkat di Juni 2025.
Harga Kripto Melemah di Tengah Penurunan Transaksi di Indonesia
Jakarta – Harga aset kripto kembali mengalami tekanan pada Kamis, 7 Agustus 2025. Tren pelemahan ini sejalan dengan turunnya nilai transaksi kripto di Indonesia, meskipun jumlah penggunanya justru meningkat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan investor dan pengamat pasar kripto.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap yang diperbarui pukul 09.40 WIB, sejumlah mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar besar mengalami pergerakan negatif dalam sepekan terakhir, meski sempat rebound dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin dan Ethereum Masih Tertekan
Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto paling populer dunia tercatat mengalami koreksi 0,24% dalam waktu singkat, namun menguat 1,02% selama 24 jam terakhir. Sayangnya, secara mingguan, BTC masih minus 2,99%. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$114.721 atau setara Rp1,87 miliar (kurs Rp16.312).
Sementara itu, Ethereum (ETH) juga belum mampu keluar dari tekanan mingguan. Meskipun dalam 24 jam terakhir mencatat kenaikan sebesar 2,47%, ETH tetap melemah 4,68% selama sepekan. Harga ETH saat ini berada di angka US$3.667 atau sekitar Rp59,82 juta.
BNB dan Solana Menguat, Tapi Belum Stabil
Kripto BNB menunjukkan tren yang lebih positif dibandingkan BTC dan ETH. BNB tercatat menguat 2,78% dalam 24 jam dan bahkan naik 3,21% dalam seminggu terakhir. Saat ini, BNB berada di harga US$769,80 atau sekitar Rp12,55 juta.
Namun, kondisi berbeda dialami oleh Solana (SOL). Kripto ini mengalami koreksi 0,69% dalam waktu singkat dan masih anjlok 6,82% secara mingguan. Walau ada kenaikan 2,78% dalam 24 jam, harga SOL masih tertahan di US$167,51 atau Rp2,73 juta.
XRP dan Stablecoin Bergerak Bervariasi
XRP juga mengalami tekanan. Meskipun naik 1,89% dalam sehari terakhir, XRP tetap melemah 4,53% dalam tujuh hari terakhir. Saat ini, harga XRP berada di kisaran US$2,98.
Sementara itu, dua stablecoin populer yaitu Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menunjukkan pergerakan lebih stabil. USDT tercatat naik tipis 0,04% dalam sepekan, sedangkan USDC justru turun 0,02%. Keduanya masih berada di level harga yang mendekati nilai tukar dolar AS, masing-masing US$1 dan US$0,99.
Stablecoin dikenal sebagai aset kripto yang memiliki underlying berupa mata uang fiat seperti dolar AS atau aset fisik seperti emas. Karena itu, volatilitasnya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kripto lainnya.
Transaksi Kripto di Indonesia Merosot
Meski harga kripto global masih cukup aktif berfluktuasi, aktivitas transaksi kripto di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp32,31 triliun, jauh menurun dibandingkan bulan Mei yang mencapai Rp49,57 triliun.
Secara keseluruhan, nilai transaksi kripto sepanjang tahun 2025 hingga Juni tercatat Rp224,11 triliun.
Namun menariknya, di tengah turunnya transaksi, jumlah pengguna kripto justru meningkat. Per Juni 2025, terdapat 15,85 juta pengguna, naik dari 15,07 juta di bulan sebelumnya. Ini menunjukkan adanya ketertarikan yang tetap tinggi dari masyarakat, meski tren belanja aset digital tengah melambat.
“Per Juni 2025, jumlah konsumen berada dalam tren peningkatan, yakni mencapai 15,85 juta. Ini tumbuh 5,18% dibandingkan Mei 2025,” ungkap Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Aset Kripto OJK, Senin (4/8).
Situasi ini menunjukkan bahwa walau transaksi mengalami penurunan, minat terhadap aset digital tetap bertahan, yang berpotensi menjadi momentum pemulihan di masa depan saat kondisi pasar kembali kondusif.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0