Gubernur Sumbar Berhenti di Tengah Jalan, Tinjau Rumah Warga Pandai Sikek Usai Banjir Bandang
Banjir bandang menerjang Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Minggu siang, setelah hujan deras mengguyur kaki Gunung Singgalang. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau lokasi dan menemukan lima rumah terdampak, dua di antaranya rusak berat. Sebanyak 15 KK mengungsi, sementara 15 hektare sawah, 20 kolam ikan, dan 10 saluran irigasi ikut terdampak.
Banjir bandang melanda Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu (1/11/2026) siang. Bencana ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan kaki Gunung Singgalang dan memicu luapan Sungai Lubuak Lakuak ke permukiman serta lahan pertanian warga.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turun langsung ke lokasi untuk melihat dampak yang dialami masyarakat. Ia tiba sekitar pukul 13.30 WIB setelah sejumlah warga menghentikan kendaraannya saat melintas. Saat itu, Mahyeldi sedang dalam perjalanan menuju Kota Padang usai menghadiri kegiatan di Kota Bukittinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Sofyan Ali Azumara, menyebutkan banjir berdampak terhadap sekitar 15 hektare lahan persawahan, 20 kolam ikan, dan 10 saluran irigasi. Bencana tersebut juga memaksa 15 kepala keluarga meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri ke surau, musala, serta rumah kerabat.
Di Jorong Koto Tinggi, banjir dan longsor turut mengenai lima rumah warga. Dua rumah di antaranya mengalami rusak berat, sedangkan tiga lainnya rusak ringan. Mahyeldi melihat langsung kondisi rumah dan lahan pertanian masyarakat yang terdampak.
"Berdasarkan pantauan kita di lapangan, ada lima rumah dan sejumlah lahan pertanian masyarakat yang terdampak. Dari lima rumah tersebut, dua di antaranya mengalami rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan," kata Mahyeldi.
Dalam peninjauan itu, Mahyeldi menerima laporan bahwa banjir dan longsor serupa telah terjadi tiga kali sejak 2024. Menanggapi kejadian berulang tersebut, ia meminta pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk merumuskan langkah mitigasi jangka panjang.
Menurut Mahyeldi, upaya itu penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama bagi permukiman dan lahan pertanian warga. Penanganan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga pada pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hujan berintensitas tinggi diduga memicu luapan air dari kawasan hulu Gunung Singgalang. Petugas masih menelusuri penyebab pasti dan mendata keseluruhan dampak bencana. BPBD Tanah Datar bersama aparat kepolisian dan pemerintah setempat terus melakukan penanganan, termasuk pemompaan dan pengendalian debit sungai di Jorong Koto Tinggi untuk mengantisipasi luapan susulan.
Mahyeldi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan bawah lereng Gunung Singgalang agar meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan potensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan sehingga warga perlu mengantisipasi peningkatan debit sungai dan kemungkinan bencana susulan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)