Dukungan Partai Ultra-Ortodoks Dicabut, Langkah Netanyahu di Pemilu Israel Kian Terjepit

Posisi Benjamin Netanyahu kian tertekan setelah partai Yahudi ultra-Ortodoks United Torah Judaism menahan dukungan di tengah kebuntuan pemilu Israel. Presiden Isaac Herzog punya waktu hingga 11 November untuk memutuskan siapa yang ditunjuk membentuk pemerintahan, sementara Likud hanya mengumpulkan 53 kursi dan kubu Eisenkot 48 kursi.

Nov 05, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Dukungan Partai Ultra-Ortodoks Dicabut, Langkah Netanyahu di Pemilu Israel Kian Terjepit
Dukungan Partai Ultra-Ortodoks Dicabut, Langkah Netanyahu di Pemilu Israel Kian Terjepit

Posisi Perdana Menteri petahana Israel Benjamin Netanyahu semakin tertekan setelah pemilu berakhir tanpa pemenang jelas. Tekanan itu datang dari United Torah Judaism, partai Yahudi ultra-Ortodoks yang selama ini menjadi sekutu lama Netanyahu dalam koalisi. Partai tersebut memilih tidak merekomendasikan kandidat mana pun untuk membentuk pemerintahan, baik kepada Netanyahu maupun rivalnya, Gadi Eisenkot.

Keputusan United Torah Judaism itu menjadi pukulan tersendiri bagi Netanyahu. Sebab, partai tersebut merupakan salah satu dari dua partai utama yang mewakili pemilih Yahudi ultra-Ortodoks dan selama ini dikenal dekat dengan kubu Netanyahu.

Di sisi lain, kubu Eisenkot justru mendapat angin segar. Sebuah partai yang dipimpin kelompok Arab menyatakan dukungan kepada Eisenkot. Meski Eisenkot sejauh ini menolak membentuk pemerintahan bersama dua partai yang dipimpin kelompok Arab, salah satu dari partai itu tetap menyatakan dukungan, dan partai lainnya diperkirakan menyusul.

Pemilu yang digelar pada 27 Oktober lalu berakhir dengan kebuntuan. Netanyahu maupun Eisenkot sama-sama tidak berhasil mengamankan mayoritas kursi di parlemen. Karena itu, Presiden Israel Isaac Herzog kini bersiap memanggil keduanya untuk menentukan siapa yang layak ditunjuk membentuk pemerintahan. Herzog juga telah memanggil partai-partai kecil untuk berkonsultasi.

Herzog memiliki waktu hingga 11 November untuk mengambil keputusan. Sementara itu, Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri dalam pemerintahan sementara sampai koalisi baru terbentuk, atau hingga pemilu berikutnya digelar jika tidak ada kandidat yang berhasil membentuk pemerintahan.

Herzog sebelumnya menyerukan agar semua partai berupaya maksimal menghindari penyelenggaraan pemilu ulang. Menurut dia, tantangan keamanan dan diplomatik yang dihadapi Israel, perubahan kawasan di sekitarnya, serta persoalan yang memecah belah dari dalam, menjadikan tanggung jawab pembentukan pemerintahan sangat besar.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu meraih kursi terbanyak dibandingkan partai tunggal lainnya, yakni 27 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 kursi. Namun, koalisi religius-nasionalis yang lebih luas di bawah Netanyahu hanya mengumpulkan total 53 kursi.

Sementara itu, koalisi anti-Netanyahu yang dipimpin Eisenkot dan terdiri dari empat partai hanya memperoleh total 48 kursi. Adapun dua partai yang mewakili kelompok minoritas Arab di Israel berhasil meraih 19 kursi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User