Gedung Putih Bantah Isu Hegseth dan Rubio Hengkang, Trump Justru Puji Kinerja Menhan AS
Gedung Putih membantah rumor Menhan Pete Hegseth dan Menlu Marco Rubio akan mundur dari kabinet Trump usai Partai Republik kalah di pemilu paruh waktu. Trump menegaskan masih mempertahankan Hegseth dan memuji kinerjanya, sementara anggota DPR Thomas Massie mengancam mengajukan pemakzulan. Rubio juga membantah kabar mundur dan menyebut laporan itu sebagai berita palsu.
Gedung Putih menepis kabar yang menyebut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio berencana meninggalkan jabatan mereka. Isu perombakan kabinet Presiden Donald Trump itu mencuat setelah Partai Republik kehilangan kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan paruh waktu.
Kekalahan Partai Republik turut dikaitkan dengan kebijakan Trump dalam perang melawan Iran yang kini memasuki bulan kesembilan. Media di AS melaporkan munculnya desakan untuk mengganti Hegseth karena penanganannya terhadap perang Iran dinilai menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan partai.
Meski mendapat tekanan, Trump menegaskan masih ingin mempertahankan Hegseth. Dalam wawancara melalui telepon dengan ABC News, Trump mengaku telah menerima sejumlah telepon terkait posisi Hegseth, namun ia menyatakan tidak memiliki rencana memberhentikan menteri pertahanannya itu.
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (5/11), Trump kembali membela Hegseth. Menurutnya, Hegseth telah melakukan pekerjaan yang fantastis. Trump juga memuji sejumlah pencapaian Hegseth, termasuk operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari dan penanganan perang melawan Iran.
Di tengah desakan tersebut, anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie, mengancam akan mengajukan upaya pemakzulan terhadap Hegseth. Kepada Politico, Massie mengatakan akan mengaktifkan resolusi pemakzulan terhadap Hegseth paling cepat pekan depan. Melalui unggahan di media sosial X, ia mendesak Trump segera mengganti Hegseth sebelum Kongres baru yang dikuasai Partai Demokrat mulai bertugas pada Januari. Menurut Massie, langkah itu sebaiknya dilakukan selagi masih ada kesempatan mendapatkan persetujuan pengganti di Senat.
Menanggapi ancaman pemakzulan, Hegseth mengunggah pernyataan video yang membela kinerjanya sekaligus mengecam upaya tersebut. Ia menyebut serangan terhadap dirinya terjadi karena mereka dinilai efektif dan menegaskan tidak akan mundur. Hegseth menilai upaya pemakzulan sebagai langkah politik seorang anggota Kongres yang kecewa dan kalah bersama sekutu-sekutu Demokrat. Ia juga memaparkan sejumlah pencapaian Kementerian Pertahanan yang memenuhi agenda America First, seperti menghidupkan kembali perekrutan militer, memperkuat industri pertahanan, dan menghapus inisiatif keberagaman.
Sementara itu, Menlu Rubio membantah laporan bahwa ia mempertimbangkan mundur untuk mempersiapkan pencalonan presiden pada 2028. Dalam wawancara dengan The New York Times, Rubio menegaskan tetap ingin bekerja untuk Trump hingga akhir masa jabatannya. Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS juga membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu.
Di sisi lain, masa depan politik Hegseth dinilai lebih tidak pasti. Selain menghadapi ancaman pemakzulan, ia dikabarkan tertarik mencalonkan diri sebagai senator untuk mengisi kursi Senat Tennessee yang kosong. Washington Post melaporkan Trump kemungkinan mempertimbangkan memberhentikan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine atau Kepala Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper, yang keduanya berperan penting dalam memberikan arahan tentang perang melawan Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)