Drama Politik di Pati: Empat Demonstran Diamankan, Pemakzulan Bupati Sudewo Kandas di Sidang Paripurna!

Empat demonstran diamankan saat sidang hak angket DPRD Pati, hasil paripurna menolak pemakzulan Bupati Sudewo dan hanya beri rekomendasi perbaikan.

Nov 1, 2025 - 10:14
 0
Drama Politik di Pati: Empat Demonstran Diamankan, Pemakzulan Bupati Sudewo Kandas di Sidang Paripurna!
Polisi mengamankan empat orang yang ikut demo mengawal sidang paripurna hak angket DPRD Pati, Jawa Tengah, Jumat (31/10). Ilustrasi (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

Pati, Jawa Tengah — Suasana tegang mewarnai Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (31/10) ketika rapat paripurna membahas hasil hak angket terhadap Bupati Pati, Sudewo. Ratusan warga tumpah ruah di sekitar gedung dewan, menuntut kejelasan arah politik daerah mereka. Namun, di balik riuhnya aspirasi masyarakat itu, empat orang justru harus berurusan dengan polisi karena diduga membawa benda berbahaya.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkapkan, keempat individu tersebut diamankan lantaran kedapatan membawa barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti ketapel dan petasan rakitan. “Kami melakukan langkah preventif agar situasi tidak berkembang ke arah yang lebih berisiko. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan oleh tim penegakan hukum,” ujar Jaka ketika ditemui usai pengamanan sidang paripurna, dikutip dari Antara.

Menurut Jaka, penyelidikan terhadap para terduga masih berjalan dan hasilnya akan disampaikan secara terbuka setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Ia menegaskan, kepolisian tidak akan mentoleransi tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terlebih di tengah situasi politik yang sensitif seperti sidang hak angket tersebut.

Ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI diterjunkan sejak siang hari hingga malam untuk memastikan sidang paripurna berjalan aman dan tertib. Pengamanan dilakukan di berbagai titik strategis di sekitar Gedung DPRD Pati, termasuk jalur-jalur utama menuju kawasan tersebut. “Kegiatan berlangsung kondusif. Tidak ada kejadian menonjol yang mengancam keamanan, meskipun sempat terjadi kemacetan di jalur lingkar luar Widorokandang,” kata Jaka.

Kemacetan itu, menurut dia, terjadi karena sejumlah massa sempat melakukan aksi blokade di jalan dengan cara mematikan kendaraan mereka di badan jalan. Namun petugas dengan cepat mengevakuasi kendaraan dan membuka jalur kembali agar arus lalu lintas normal. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,” tambahnya.

Sidang Paripurna yang Dinanti Publik

Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pati kali ini menjadi sorotan publik karena membahas hasil akhir panitia khusus (pansus) hak angket terhadap Bupati Sudewo. Proses ini merupakan buntut dari sejumlah kebijakan yang dinilai sebagian pihak kontroversial dan menimbulkan ketegangan politik di lingkungan pemerintahan daerah.

Namun, hasil rapat paripurna tersebut tidak sesuai dengan prediksi banyak pihak. Mayoritas anggota dewan memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Sudewo. Sebaliknya, mereka hanya memberikan rekomendasi perbaikan kinerja kepada sang bupati agar tata kelola pemerintahan daerah menjadi lebih baik.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui proses pembahasan panjang dan mempertimbangkan berbagai aspek, baik hukum maupun politik. “Ada dua opsi yang kami bahas secara mendalam. Pertama, usulan pemakzulan dari Fraksi PDI Perjuangan, dan kedua, opsi rekomendasi perbaikan kinerja dari enam fraksi lainnya,” ujar Ali.

Keenam fraksi yang menolak pemakzulan dan memilih jalan perbaikan kinerja adalah Fraksi Partai Gerindra, PPP, PKB, Demokrat, PKS, dan Golkar. “Setelah voting dilakukan, dari 49 anggota dewan yang hadir, sebanyak 36 suara mendukung pemberian rekomendasi, sedangkan sisanya mendukung pemakzulan,” katanya.

Berdasarkan peraturan, untuk mengajukan pemakzulan seorang kepala daerah dibutuhkan dukungan minimal dua pertiga dari total anggota DPRD, yakni sebanyak 33 suara. Namun, angka itu justru terpenuhi oleh fraksi yang memilih jalan rekomendasi, bukan pemakzulan. “Secara hukum dan tata tertib, suara terbanyak ada pada pihak yang memilih rekomendasi. Jadi, keputusan sudah final,” tegas Ali.

Reaksi di Lapangan: Antara Lega dan Kecewa

Keputusan tersebut disambut beragam oleh masyarakat dan para pendukung masing-masing kubu. Sebagian merasa lega karena menganggap langkah DPRD sudah tepat untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah. Namun, tak sedikit pula yang kecewa karena menganggap keputusan itu tidak memberikan efek jera terhadap dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepada bupati.

Di luar gedung dewan, situasi sempat memanas ketika beberapa kelompok massa yang menuntut pemakzulan merasa tidak puas dengan hasil sidang. Meski begitu, aparat berhasil menenangkan keadaan sebelum terjadi bentrokan. Para tokoh masyarakat kemudian turun tangan untuk mengimbau agar semua pihak menghormati hasil keputusan DPRD.

“Apapun hasilnya, kita harus hargai proses demokrasi. Semua sudah melalui mekanisme yang sah,” ujar seorang tokoh masyarakat Pati yang turut hadir dalam aksi damai di luar gedung DPRD.

Sudewo Tetap Fokus Jalankan Tugas

Sementara itu, Bupati Sudewo menyampaikan apresiasi kepada DPRD dan masyarakat Pati atas jalannya proses politik yang dinilainya demokratis. Ia berjanji akan menjadikan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan introspeksi untuk memperbaiki kinerja pemerintahannya ke depan.

“Saya menghormati keputusan dewan dan berterima kasih atas kritik serta masukan yang diberikan. Ini menjadi momentum untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang, agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata Sudewo dalam keterangan tertulisnya.

Sudewo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu setelah perdebatan politik yang cukup panjang ini. “Tidak ada lagi kubu-kubuan. Sekarang saatnya kita bekerja bersama membangun Pati yang lebih maju,” ujarnya.

Polisi Siaga, Pengamanan Diperketat

Pasca sidang, aparat kepolisian tetap bersiaga di beberapa titik rawan untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan. Kombes Pol Jaka Wahyudi menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami belajar dari pengalaman bahwa dinamika politik lokal bisa cepat berubah. Karena itu, kami tetap siaga hingga benar-benar yakin situasi aman dan terkendali,” ujarnya.

Malam itu, meski sempat diwarnai sorakan dan perdebatan di antara massa, suasana akhirnya mereda. Warga mulai membubarkan diri perlahan, sementara petugas melakukan patroli untuk memastikan tidak ada lagi potensi gangguan keamanan.

Sidang paripurna yang semula dikhawatirkan menimbulkan konflik politik berkepanjangan, akhirnya berakhir dengan relatif damai. Bupati tetap pada posisinya, DPRD menjaga marwah lembaga, dan masyarakat berharap agar momentum ini menjadi awal baru bagi pemerintahan Kabupaten Pati yang lebih solid, transparan, dan berpihak pada rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0