BRI Peduli Pasang PLTS di Desa hingga Bantuan Energi Surya untuk Korban Bencana Sumatera

BRI Peduli memperluas akses energi surya bagi desa dan wilayah pascabencana melalui PLTS off-grid 17,4 kWp di Desa Bojong, Bandung Barat, serta 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel untuk warga Tapanuli Selatan dan Aceh Timur. Program ini menjangkau 1.456 KK dan berpotensi mengurangi emisi hingga 491,2 tCO2e per tahun.

Oct 24, 2026 - 16:03
Updated: 1 day ago
0
BRI Peduli Pasang PLTS di Desa hingga Bantuan Energi Surya untuk Korban Bencana Sumatera
BRI Peduli Pasang PLTS di Desa hingga Bantuan Energi Surya untuk Korban Bencana Sumatera

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas akses energi bersih bagi masyarakat pedesaan dan wilayah terdampak bencana melalui Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana yang dijalankan lewat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya pemenuhan kebutuhan energi berkelanjutan, penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.

Implementasi program telah menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari pedesaan di Jawa Barat hingga daerah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Selain memenuhi kebutuhan listrik, program ini bertujuan menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi saat terjadi gangguan pasokan listrik.

Salah satu penerima manfaat adalah Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di lokasi tersebut, BRI Peduli membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan penyimpanan energi 43,2 kWh. Fasilitas itu mendukung operasional balai desa serta kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pemanfaatan PLTS di Desa Bojong diharapkan mengurangi dampak pemadaman listrik terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi. Pasokan energi yang lebih stabil diperkirakan mencegah gangguan pelayanan di balai desa hingga 75 jam per tahun. Ketersediaan listrik yang lebih andal juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10 persen.

Kepala Desa Bojong Apad Sutisna menyatakan kehadiran PLTS membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Desa menjadi lebih terang, warga lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar lebih tenang, dan pelaku usaha kecil berpeluang meningkatkan produktivitas. "Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami," ujarnya.

Selain mendukung elektrifikasi pedesaan, BRI Peduli memperluas pemanfaatan energi surya untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. Sebanyak 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel disalurkan ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Timur, Aceh, dengan rincian 522 unit untuk Tapanuli Selatan dan 894 unit untuk Aceh Timur. Perangkat itu digunakan sebagai sumber penerangan sekaligus pengisi daya perangkat komunikasi saat pasokan listrik belum pulih.

Dukungan serupa diberikan kepada desa binaan BRI Peduli melalui program Desa BRILiaN dengan penyaluran 40 unit perangkat tenaga surya portabel. Secara keseluruhan, Program BRI Peduli Energi Surya telah menjangkau 1.456 kepala keluarga sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung.

Dari sisi lingkungan, dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, pemanfaatan energi surya ini berpotensi menghasilkan 585 megawatt-jam listrik bersih setiap tahun dan mengurangi emisi hingga 491,2 ton setara karbon dioksida per tahun. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. "Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap," kata Dhanny.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User