BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini, Cek 14 Wilayah yang Harus Waspada

BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang untuk sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (10/10). Meski El Nino kuat dan IOD positif membuat atmosfer kering, dinamika lokal tetap memicu potensi hujan. Aceh dan Sumatra Utara berstatus Siaga, sementara Sulawesi Utara berpotensi angin kencang.

Oct 10, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0 0
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini, Cek 14 Wilayah yang Harus Waspada
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini, Cek 14 Wilayah yang Harus Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sabtu (10/10). Sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Dalam peringatan dini hujan periode 8-10 Oktober 2026, BMKG menyebut hujan lebat hingga sedang berstatus Waspada berpotensi mengguyur Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua. Sementara itu, Aceh dan Sumatra Utara berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat dengan status Siaga. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Sulawesi Utara.

BMKG menegaskan tidak ada wilayah Indonesia yang diprakirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem dengan status Awas pada hari ini. Meski demikian, masyarakat di wilayah yang masuk daftar tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi secara lokal.

Kondisi atmosfer Indonesia saat ini masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada Dasarian II Oktober 2026. Kombinasi kedua fenomena iklim tersebut cenderung menghambat pertumbuhan awan hujan dan mengurangi pasokan kelembapan di sebagian wilayah Indonesia.

"Kombinasi kedua fenomena iklim tersebut cenderung menghambat pertumbuhan awan hujan dan mengurangi pasokan kelembapan di sebagian wilayah Indonesia," kata BMKG dalam keterangannya, Kamis (8/10).

Menurut BMKG, pada Dasarian I Oktober 2026 sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah dengan 0-50 mm per dasarian. Kategori menengah dengan 50-150 mm per dasarian mencakup sekitar 19,99 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi dengan 150-300 mm per dasarian hanya sekitar 0,36 persen. Dominasi curah hujan rendah ini menunjukkan kondisi kering masih berpotensi berlanjut, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.

Memasuki Dasarian II Oktober 2026, sekitar 66,09 persen wilayah Indonesia diprediksi masih mengalami curah hujan kategori rendah. Kategori menengah diprakirakan mencakup sekitar 32,67 persen wilayah, dan kategori tinggi sekitar 1,24 persen. Meski kondisi kering mendominasi, BMKG menyatakan peluang hujan tetap terbuka akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan lokal. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial terpantau di sebagian kecil Kalimantan Utara, sedangkan zona perlambatan dan pertemuan angin diprakirakan terbentuk di Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, dan Papua.

Suhu muka laut yang relatif hangat turut mendukung peningkatan kelembapan dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal, meski secara umum kondisi atmosfer Indonesia cenderung kering. Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User