Austria Resmikan Kantor Polisi di Bekas Rumah Kelahiran Hitler

Pemerintah Austria mengubah tempat kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi kantor polisi. Langkah ini diambil untuk mencegah tempat tersebut menjadi simbol pemujaan Nazi. Bangunan telah direnovasi dan kini digunakan sebagai markas kepolisian setempat.

Jul 28, 2026 - 08:15
Updated: 2 months ago
0 0
Austria Resmikan Kantor Polisi di Bekas Rumah Kelahiran Hitler
Austria Resmikan Kantor Polisi di Bekas Rumah Kelahiran Hitler

Pemerintah Austria secara resmi mengubah tempat kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi kantor polisi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah bangunan tersebut dijadikan tempat pemujaan bagi kelompok neo-Nazi.

Bangunan yang terletak di pusat kota Braunau am Inn itu telah menjalani renovasi besar-besaran. Kini, gedung tersebut berfungsi sebagai markas kepolisian setempat. Keputusan ini diambil setelah melalui proses panjang dan perdebatan publik mengenai penggunaan properti bersejarah tersebut.

Adolf Hitler lahir di bangunan tersebut pada 20 April 1889. Selama bertahun-tahun, tempat itu menjadi daya tarik bagi simpatisan Nazi, meskipun pemerintah Austria telah berupaya mencegahnya. Sejak 1972, bangunan tersebut disewa oleh Kementerian Dalam Negeri Austria dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pusat kegiatan sosial.

Namun, kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan tempat tersebut sebagai simbol Nazi terus muncul. Pada 2016, parlemen Austria memutuskan untuk mengambil alih bangunan tersebut secara paksa dari pemiliknya. Proses hukum berlangsung hingga 2017, ketika Mahkamah Konstitusi Austria memutuskan bahwa pengambilalihan itu sah.

Setelah itu, pemerintah mengumumkan rencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi kantor polisi. Proyek renovasi dimulai pada 2020 dan selesai pada awal 2023. Biaya renovasi mencapai jutaan euro, yang seluruhnya ditanggung oleh pemerintah Austria.

Dengan diresmikannya kantor polisi tersebut, diharapkan tempat kelahiran Hitler tidak lagi menjadi objek wisata gelap bagi kelompok ekstremis. Pemerintah Austria berharap langkah ini dapat mengubah citra bangunan tersebut menjadi simbol penegakan hukum dan demokrasi.

Keputusan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk komunitas Yahudi dan organisasi anti-fasis. Mereka menilai langkah ini sebagai cara yang tepat untuk menghadapi warisan kelam sejarah Nazi tanpa menghapusnya sepenuhnya, tetapi mengubah fungsinya menjadi sesuatu yang positif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User