Jurnalis Meksiko Dibunuh, Korban Keempat Sejak Juni
Jurnalis Meksiko Francisco Leyva ditemukan tewas pada 22 Juli 2026, menjadi korban keempat pembunuhan jurnalis di negara itu sejak Juni. Leyva dikenal meliput korupsi dan kekerasan kriminal di Oaxaca. Meksiko dinilai sebagai salah satu negara paling berbahaya bagi jurnalis di luar zona perang, dengan banyak kasus kejahatan terhadap jurnalis tidak pernah dihukum.
Seorang jurnalis Meksiko bernama Francisco Leyva ditemukan tewas pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menjadi jurnalis keempat yang dibunuh di negara tersebut sejak Juni tahun ini.
Kantor Kejaksaan setempat telah memulai penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut dan meminta bantuan dari kantor kejaksaan khusus. Leyva, yang berusia 60 tahun, dikenal sebagai jurnalis yang kerap meliput pengungkapan kasus korupsi pemerintah dan kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kriminal di Oaxaca.
Meksiko selama ini dianggap sebagai salah satu negara paling berbahaya bagi jurnalis di luar zona perang aktif. Kelompok kebebasan pers mencatat bahwa banyak kasus kejahatan terhadap jurnalis tidak pernah mendapatkan hukuman.
Pembunuhan Leyva menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Meksiko. Organisasi pers internasional terus mendesak pemerintah Meksiko untuk meningkatkan perlindungan terhadap jurnalis dan memastikan pelaku kejahatan diadili.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan Leyva. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)