150 Pemain U-16 Berebut 25 Slot di Skadron FA, Jaka Putra Utama Janjikan Pembinaan Berbasis Data

Skadron Football Academy menggelar seleksi U-16 di Lapangan Dirgantara Lanud Sutan Sjahrir untuk menyiapkan tim menghadapi Liga TopSkor Sumbar 2026/27. Sekitar 150 pemain kelahiran 2011-2012 dari berbagai daerah di Sumbar bersaing memperebutkan 25 slot, termasuk tiga kiper. Founder Jaka Putra Utama menegaskan pembinaan dilakukan dengan standar modern dan evaluasi berbasis data.

Oct 25, 2026 - 16:02
Updated: 10 hours ago
0
150 Pemain U-16 Berebut 25 Slot di Skadron FA, Jaka Putra Utama Janjikan Pembinaan Berbasis Data
150 Pemain U-16 Berebut 25 Slot di Skadron FA, Jaka Putra Utama Janjikan Pembinaan Berbasis Data

Skadron Football Academy (FA) mulai menata kekuatan untuk menghadapi Liga TopSkor (LTS) Sumbar 2026/27. Langkah awal dilakukan dengan menggelar seleksi pemain kelompok usia U-16 di Lapangan Sepak Bola Dirgantara, Lanud Sutan Sjahrir, Minggu (25/10/2026). Seleksi itu melibatkan sekitar 150 pemain kelahiran 2011 dan 2012 yang datang dari Kota Padang serta sejumlah daerah di Sumatera Barat, antara lain Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Sijunjung.

Dari ratusan peserta, hanya 25 pemain yang akan dipertahankan, termasuk tiga penjaga gawang. Pelatih Skadron FA, Ade Putra yang akrab disapa Dede, menyebut seleksi ini menjadi tahap penyaringan awal sebelum tim dibentuk. Ia didampingi M. Halim dan Dedi Umar Putra yang bertugas sebagai talent scouting.

"Untuk tim U-16, nantinya akan mengerucut menjadi 25 pemain, di antaranya termasuk tiga penjaga gawang," ujar Dede, disetujui Halim.

Penilaian tidak hanya menyorot kemampuan teknis. Menurut Dede, tim pelatih juga mengukur pemahaman filosofi bermain kolektif, karakter permainan, mentalitas, serta sikap atau attitude para peserta. Seleksi ini disebut sebagai fondasi awal Skadron FA membangun tim kompetitif dengan pola pembinaan terarah.

Ketua Umum sekaligus Founder/Owner Skadron FA, Dr. Jaka Putra Utama, menjelaskan bahwa akademi ini didirikan sebagai wadah pengembangan talenta muda Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Menurutnya, banyak anak memiliki potensi sepak bola tetapi belum mendapat ruang pembinaan yang memadai. Selain seleksi U-16 untuk LTS, Skadron FA juga membuka peluang menggelar seleksi kelompok usia 13-14 tahun untuk persiapan kompetisi berikutnya.

"Skadron FA ini didirikan pertama adalah sebagai wadah untuk mengembangkan talenta generasi muda Sumbar, khususnya di Kota Padang. Berkomitmen serius untuk melakukan pembinaan," kata Jaka kepada infosumbar, Minggu (25/10) sore, didampingi Direktur Akademi Yona Rahma Otana, S.Pd., M.Pd.

Jaka menegaskan bakat bawaan tetap memerlukan latihan berkelanjutan agar menghasilkan prestasi. Karena itu, proses seleksi mempertimbangkan aspek internal seperti antropometri, postur, dan kondisi fisik, serta aspek eksternal yang mencakup kemampuan fisik, koordinasi, kelincahan, kecepatan, teknik, keterampilan, strategi, taktik, dan mentalitas.

"Talenta ini adalah talenta bawaan dan kalau tanpa pembinaan tentu tidak juga ada hasil. Nah, untuk mencapai prestasi puncak itu perlu ada pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan," ujarnya.

Skadron FA juga menyiapkan pendekatan pembinaan modern dengan memanfaatkan data. Data dipakai untuk mengevaluasi kemampuan, menyusun program latihan, dan memantau perkembangan pemain. Hasil evaluasi dirangkum dalam laporan perkembangan setiap semester yang mencakup teknik, taktik, mental, strategi, dan karakter.

"Yang jelas kita latihannya berstandar modern dan pengukuran yang dilakukan menggunakan data," kata Jaka.

Dari sisi organisasi, Skadron FA telah mendaftarkan diri ke PSSI Kota Padang dan PSSI Sumatera Barat, sekaligus mengurus legalitas di tingkat daerah dan nasional. Akademi ini juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Padang untuk memperluas akses pembinaan bagi pelajar. Untuk LTS Sumbar 2026/27, target maksimal pun dipasang agar tim bisa melangkah ke tahap kompetisi berikutnya.

"Tentu targetnya di LTS harus mendapatkan prestasi yang gemilang, sehingga bisa melangkah ke tahap selanjutnya," kata Jaka.

Ketua Harian Skadron FA, Kapten Lek Harri Hargadi Eka Putra, S.Pd., yang juga Kepala SMP Angkasa Lanud Sutan Sjahrir, menuturkan bahwa pembentukan akademi berawal dari gagasan memperkuat identitas sekolah melalui olahraga berbasis pendidikan. Ia berharap Skadron FA membuka kesempatan bagi pelajar yang berminat pada sepak bola untuk berkembang secara terarah.

"Untuk Skadron FA ini saya beranjak dari, kebetulan saya ditunjuk sebagai kepala sekolah oleh keputusan yayasan. Jadi saya berpikir untuk membranding sekolah ini dengan olahraga berbasis pendidikan," kata Harri.

Menurut Harri, minat menjadi modal penting. Ketika anak-anak sudah menyukai sepak bola, proses pendidikan dan pengarahan di lapangan akan lebih mudah. Dukungan lapangan dan peralatan latihan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan akademi.

"Tujuan kita. Kita mau mengembangkan, meramaikan kembali bahwa nanti siswa-siswa yang bersekolah di SMP Angkasa ini, mereka akan lahirlah pemain-pemain yang bagus di Kota Padang dulu," ujarnya.

Skadron FA juga berupaya membuka akses bagi anak-anak berbakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Harri menyebut domisili dan biaya kerap menjadi kendala bagi calon pemain untuk berlatih rutin. Karena itu, pemain yang kemampuan bermainnya bagus tetapi berasal dari keluarga kurang mampu bisa mendapat keringanan iuran atau SPP.

"Dia bagus mainnya, tapi dia lemah di ekonomi. Nah, itu sudah dicarikan solusi oleh Pak Jaka dengan kita diskon. Kemudian kita korting, hasilnya mereka iuran atau SPP-nya itu separuh, 50 persen. Terus nanti kalau dia akademisnya bagus ada beasiswa lagi," kata Harri.

Akademi ini mendapat sponsor dari Bimbel Education Solution Padang yang bergerak di bidang bimbingan belajar persiapan TNI/Polri dan sekolah kedinasan, serta dukungan penuh dari Yayasan Angkasa dan Lanud Sutan Sjahrir. Struktur kepengurusan Skadron FA meliputi Pembina Danlanud Sutan Sjahrir Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo, S.A.P., Ketua Umum (Founder/Owner) Dr. Jaka Putra Utama, Wakil Ketua Umum (Direktur Akademi) Yona Rahma Otana, S.Pd., M.Pd., Ketua Harian Kapten Lek Harri Hargadi Eka Putra, S.Pd., Pengawas Harian Boria Desman, S.Pd., Penasihat Kapten Jon Risnaldi, Pelatih Kepala Muhamad Halim, S.Pd. dan Ade Putra, Asisten Pelatih Ahmad Fauzan Athallah serta Afdal Zikri, Pelatih Kiper Tomi Putra, S.Pd., dan Media Officer Hartika Nur Natasha Putri, S.AP.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User