Warga Kaum Suku Chaniago Siap Hibahkan 1,1 Hektare Lahan untuk SMK Negeri 11 Padang di Kuranji

Masyarakat Kaum Suku Chaniago menyatakan kesediaan menghibahkan lahan sekitar 1,1 hektare di dekat Pasar Lalang, Kuranji, untuk pembangunan SMK Negeri 11 Padang. Pemko Padang akan menyiapkan infrastruktur jalan, sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membangun gedung sekolah. Proses hibah lahan dan pembagian tanggung jawab masih dikoordinasikan.

Oct 16, 2026 - 16:02
Updated: 2 days ago
0
Warga Kaum Suku Chaniago Siap Hibahkan 1,1 Hektare Lahan untuk SMK Negeri 11 Padang di Kuranji
Warga Kaum Suku Chaniago Siap Hibahkan 1,1 Hektare Lahan untuk SMK Negeri 11 Padang di Kuranji

Rencana pembangunan SMK Negeri 11 Padang mendapat dukungan dari masyarakat Kaum Suku Chaniago. Mereka menyatakan bersedia menghibahkan lahan seluas sekitar 1,1 hektare atau 11.000 meter persegi di kawasan dekat Pasar Lalang, Kelurahan dan Kecamatan Kuranji.

Kesediaan itu disampaikan saat Pemerintah Kota Padang meninjau lokasi rencana pembangunan pada Kamis (15/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk mengecek kesiapan lahan sekaligus kebutuhan infrastruktur pendukung sebelum proyek dilanjutkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri mengungkapkan bahwa masyarakat mendukung penuh pembangunan sekolah kejuruan di wilayah tersebut. Menurutnya, lahan yang disiapkan berada di kawasan Jalan Pasar Lalang.

"Masyarakat mau sekolah ini dibangun di daerah Kuranji, tepatnya di dekat Pasar Lalang. Dari hasil diskusi dengan masyarakat, mereka bersedia menghibahkan lahan kurang lebih 1,1 hektar," kata Malvi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menilai hibah lahan itu menjadi dukungan penting untuk merealisasikan pembangunan SMK Negeri 11. Proses penyediaan tanah akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanahan Kota Padang, sedangkan rencana pembangunan perlu diselaraskan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Pembangunan sekolah ini melibatkan dua tingkat pemerintahan dengan porsi tanggung jawab berbeda. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat direncanakan membangun gedung sekolah, sementara Pemko Padang menyiapkan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju lokasi.

"Provinsi yang membangun sekolahnya, kita yang membangun infrastrukturnya untuk jalan. Jadi, ada pembagian porsi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Padang," ujar Malvi.

Yopi menambahkan, akses jalan menjadi kebutuhan utama agar lokasi sekolah dapat dijangkau dengan baik. Pemko Padang akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat serta instansi terkait untuk memastikan sarana dan prasarana terpenuhi.

"Jika memang diserahkan, tentu Pemerintah Kota Padang menyiapkan infrastrukturnya melalui Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan penyediaan tanah nantinya dibantu oleh Dinas Pertanahan," ujarnya.

Peninjauan lokasi turut dihadiri Kepala Dinas Pertanahan Kota Padang Raf Indria, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta masyarakat Kaum Suku Chaniago. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menyukseskan pembangunan sekolah.

Pembangunan SMK Negeri 11 di Kuranji diharapkan memperluas akses pendidikan kejuruan bagi masyarakat dan memberi pilihan bagi lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat serta kebutuhan dunia kerja.

"Kami mendorong agar anak-anak kita tidak ada yang putus sekolah setelah SMP. Dengan akses pendidikan yang memadai, mereka tentu bisa menikmati pendidikan sesuai dengan minatnya," kata Yopi.

Rencana pembangunan akan dilanjutkan melalui koordinasi antara Pemko Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penyelesaian proses hibah lahan, pembangunan akses jalan, serta pembagian tanggung jawab penyediaan sarana dan prasarana menjadi tahapan penting sebelum proyek dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User