Trump Ingin Jumpa Kim Jong Un, Korut Malah Luncurkan Rudal Balistik

Korea Utara menembakkan satu rudal balistik hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya bertemu Kim Jong Un. Kim Yo Jong menyebut kakaknya masih menyimpan kenangan positif terhadap Trump. Langkah Trump mengurangi latihan militer gabungan AS-Korsel memicu kekhawatiran sekutu di Asia.

Sep 10, 2026 - 00:39
Updated: 1 month ago
0 0
Trump Ingin Jumpa Kim Jong Un, Korut Malah Luncurkan Rudal Balistik
Trump Ingin Jumpa Kim Jong Un, Korut Malah Luncurkan Rudal Balistik

Korea Utara kembali menembakkan satu rudal balistik pada Kamis (20/8), hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keinginan pribadinya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Kantor Perdana Menteri Jepang melalui unggahan di X memperkirakan proyektil yang diluncurkan Korut tersebut merupakan rudal balistik.

Sebelum peluncuran itu terjadi, Trump di Gedung Putih pada Rabu (19/8) mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Kim Jong Un. Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan menghidupkan kembali hubungan yang ia klaim telah terbangun dengan Kim selama masa jabatan pertamanya. Trump juga menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Kim Jong Un, seraya menyebut Pyongyang kini memiliki 57 senjata nuklir yang digambarkannya sangat kuat.

Tak lama setelah pernyataan Trump, Kepala Staf Gabungan Seoul kepada AFP menyatakan bahwa Korea Utara telah meluncurkan setidaknya satu proyektil tak dikenal, tanpa merinci lebih lanjut jenis maupun lintasan proyektil tersebut.

Perhatian mendadak Trump terhadap Kim, ditambah keputusannya mengurangi skala latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, memunculkan kekhawatiran di kalangan sekutu-sekutu di Asia. Kebijakan itu juga memicu spekulasi bahwa Trump tengah mencari jalan keluar kebijakan luar negeri di tengah macetnya upaya terkait konflik dengan Iran.

Permintaan Trump turut ditanggapi oleh saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Pada Rabu, ia mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi yang dilaporkan terjadi antara kakaknya dan Trump. Meski demikian, Kim Yo Jong menyatakan bahwa kakaknya masih memiliki kenangan dan kesan positif terhadap Trump, dan hubungan antara kedua pemimpin itu tetap sangat baik.

Sebelumnya pada Rabu, militer Seoul memutuskan memangkas durasi latihan militer bersama AS setelah Trump menyatakan akan mengurangi latihan gabungan tersebut. Mereka menyebut latihan itu akan berakhir pada akhir pekan ini, bukan pada 27 Agustus seperti rencana semula, atas usulan pihak AS.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Selatan pada Kamis memperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan pernyataan Trump yang menyebut Pyongyang mengantongi 57 senjata nuklir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User