Satu Keluarga Bobol ATM Minimarket di Jakbar, Aksi Gagal Gara-gara Oksigen Las Habis
Polisi membongkar aksi satu keluarga yang mencoba membobol ATM di minimarket Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi gagal karena oksigen las habis. Dua pelaku ditangkap, satu buron.
Jakarta - Aksi nekat satu keluarga untuk membobol mesin ATM di dalam minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, berhasil diungkap polisi. Namun, upaya mereka gagal total karena oksigen yang digunakan untuk mengelas mesin ATM habis sebelum sempat mengambil uang.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku yang merupakan satu keluarga telah merencanakan aksi pencurian tersebut. Mereka adalah seorang bapak tiri berinisial RH, ibu kandung berinisial D, dan anak berinisial H. "Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri," kata Nasriadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dalam menjalankan aksinya, dua pelaku, RH dan H, masuk ke dalam minimarket untuk membobol ATM menggunakan peralatan las. Sementara itu, D bertugas mengawasi situasi di luar untuk memastikan keamanan. Namun, saat proses pengelasan berlangsung, tiba-tiba oksigen yang menjadi bahan utama las habis. "Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis," jelas Nasriadi.
Gagal membobol ATM, para pelaku tidak tinggal diam. Mereka mengalihkan sasaran dengan mengambil sejumlah rokok yang tersedia di dalam minimarket. Polisi juga menemukan bahwa salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket. "Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi maupun kamera CCTV," ungkap Nasriadi.
Dari pengungkapan kasus ini, polisi telah mengamankan dua pelaku, yaitu H dan D. Sementara RH, sang bapak tiri, masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Nasriadi menduga aksi ini dilatarbelakangi masalah ekonomi. "Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah," tuturnya.
Polisi juga menduga bahwa penggunaan peralatan las dalam upaya pembobolan ATM ini bukan kali pertama dilakukan oleh RH. "Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut," kata Nasriadi.
Sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain baju merah marun, pakaian menyerupai seragam minimarket, satu unit telepon seluler, dan tong sampah. Sementara peralatan las yang digunakan dibuang oleh para pelaku ke Kali Angke. Petugas masih berupaya menemukan peralatan tersebut karena memiliki bobot yang cukup berat. "Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya," pungkas Nasriadi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)