Polisi Perbanyak CCTV, Penyelidikan Kasus Kekerasan Koordinator BEM UI Makin Intensif
Polda Metro Jaya masih mengolah rekaman CCTV dan menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk mengusut kasus pemukulan terhadap Koordinator BEM UI. Penyidik menambah sejumlah titik CCTV dan menyusun timeline peristiwa per jam. Polisi menegaskan tidak menoleransi kekerasan terhadap aktivis mahasiswa dan meminta masyarakat memberi ruang agar penyelidikan berjalan maksimal.
Polda Metro Jaya terus memperdalam penyelidikan kasus pemukulan yang menimpa Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) kini fokus mengolah rekaman kamera pengawas (CCTV) serta melakukan uji laboratorium forensik untuk mengungkap pelaku dan rangkaian peristiwa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan bahwa proses analisis CCTV masih berjalan dan jumlah rekaman yang diperiksa bertambah. Menurutnya, penambahan itu dilakukan agar penyidik memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kejadian.
"Saat sekarang masih proses analisa CCTV, ada penambahan beberapa CCTV. Tentunya kita menjamin pasti proses perkara ini. Semoga menemukan hasil yang signifikan dan segera mengungkap pelaku serta peristiwa kejadian-kejadian ini," kata Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Budi menegaskan kepolisian tidak menoleransi segala bentuk kekerasan maupun intimidasi yang dialami aktivis mahasiswa. "Kita sangat tidak menolerir kejadian yang menimpa aktivis ataupun salah satu BEM UI ini," ujarnya.
Hingga kini, penyidik disebut tidak menemukan kendala berarti dalam proses penyelidikan. Meski demikian, penanganan kasus membutuhkan waktu agar data dan bukti teknis yang dihimpun benar-benar akurat.
Rekaman CCTV yang terkumpul saat ini tengah diolah oleh Laboratorium Digital Forensik. Proses itu diperlukan untuk menyusun reka waktu atau timeline peristiwa secara tepat, termasuk mencocokkan apakah rekaman yang diperoleh sesuai dengan waktu kejadian sebenarnya.
"CCTV ini kan diolah melalui laboratorium digital forensik. Ada timeline yang harus kita lihat per jam, kita juga harus menyesuaikan apakah CCTV ini real time? Ini kan juga butuh waktu, berproses," jelas Budi.
Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada tim penyelidik dan penyidik untuk bekerja maksimal. Penyidik masih mendalami keterangan para saksi, barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan barang milik terduga pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian.
"Kami juga masih menunggu hasil dari Labfor terkait tentang barang terduga pelaku yang tertinggal. Kita akan sampaikan hasilnya nanti," tutur Budi.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menjalankan serangkaian penyelidikan atas laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau penganiayaan berencana yang menimpa seorang mahasiswa Universitas Indonesia. Langkah itu mencakup pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)