Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.105, Sentimen Global Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 23 poin atau 0,13 persen ke Rp18.105 per dolar AS pada Jumat (6/11) pagi. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut pelemahan dipicu sentimen risk-off global terkait perkembangan AI dan respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS, meski data PDB Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan diperkirakan membatasi pelemahan.

Nov 06, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0
Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.105, Sentimen Global Jadi Pemicunya
Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp18.105, Sentimen Global Jadi Pemicunya

Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Jumat (6/11) pagi di level Rp18.105 per dolar AS. Posisi itu menunjukkan mata uang Garuda melemah 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang Asia ikut tertekan, seperti yuan China yang turun 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,06 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,30 persen, dolar Singapura turun 0,15 persen, dan yen Jepang melemah 0,16 persen.

Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat 0,16 persen dan dolar Hong Kong terapresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak melemah, dengan euro Eropa turun 0,08 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,01 persen, dolar Australia melemah 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,02 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,07 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko atau risk-off di pasar global. Sentimen itu berkaitan dengan perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI) serta respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off global terkait AI dan respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS. Namun, pelemahan rupiah kemungkinan akan terbatas oleh dukungan data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan dan dirilis pada Kamis," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Lukman, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat malam. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan rupiah.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan kali ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User