Vietnam Melesat 9,95 Persen, Indonesia Duduki Posisi Kedua Ekonomi ASEAN Kuartal III 2026
Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN pada kuartal III 2026 sebesar 9,95 persen, disusul Indonesia 5,47 persen, Singapura 5,4 persen, Malaysia 5,3 persen, dan Laos 4,8 persen. Ekonomi Indonesia ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04 persen serta industri pengolahan 5,87 persen, menurut data BPS.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Capaian itu menempatkan Indonesia di posisi kedua di antara lima negara ASEAN yang telah merilis data pertumbuhan ekonomi periode Juli-September 2026, sementara Vietnam memimpin dengan pertumbuhan 9,95 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, ekonomi Indonesia tumbuh solid pada triwulan III 2026 dengan konsumsi rumah tangga sebagai penopang dari sisi pengeluaran dan kinerja impresif sektor industri pengolahan dari sisi lapangan usaha.
Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025 sebesar 4,89 persen. Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata turut mendorong konsumsi tersebut. Dari sisi produksi, industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, dengan dukungan antara lain dari industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri logam.
Vietnam berada di puncak daftar dengan pertumbuhan 9,95 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Berdasarkan Kantor Berita Republik Sosialis Vietnam, angka itu meningkat dibandingkan kuartal I 2026 sebesar 8,15 persen dan kuartal II 2026 sebesar 8,81 persen.
Di posisi ketiga, Singapura mencatat pertumbuhan 5,4 persen secara tahunan. Data Departemen Statistik Singapura menunjukkan pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal II 2026 yang mencapai 6,2 persen. Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, ekonomi Singapura tumbuh 1,1 persen, lebih rendah dari 1,5 persen pada kuartal sebelumnya.
Malaysia menyusul di posisi keempat dengan pertumbuhan 5,3 persen secara tahunan, melambat dibandingkan kuartal II 2026 yang mencapai 6 persen. Meski demikian, secara kumulatif selama tiga kuartal pertama 2026 ekonomi Malaysia tumbuh 5,5 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,8 persen.
Laos melengkapi lima besar dengan pertumbuhan 4,8 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,6 persen. Menurut Berita Tentara Rakyat Laos, pertumbuhan ekonomi negara itu terutama didorong industri pengolahan, investasi sektor swasta, dan sektor listrik, serta perdagangan grosir dan ritel, layanan publik, pariwisata, akomodasi, dan layanan makanan.
Enam negara anggota ASEAN lainnya, yakni Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste, belum merilis data pertumbuhan ekonomi periode Juli-September 2026.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)