Rumah Bruno Fernandes Dibobol Tiga Perampok Bertopeng, Kerugian Capai Rp96 Miliar

Rumah kapten Manchester United Bruno Fernandes di kawasan elite Golden Triangle, Cheshire, dibobol tiga pria bertopeng saat MU melawan Como di Liga Champions. Barang berharga senilai 4 juta poundsterling atau sekitar Rp96 miliar raib. Istri dan dua anak Bruno sedang tidak berada di rumah saat kejadian. Polisi masih menyelidiki dan meminta keterangan saksi di sekitar lokasi.

Oct 23, 2026 - 16:02
Updated: 1 day ago
0
Rumah Bruno Fernandes Dibobol Tiga Perampok Bertopeng, Kerugian Capai Rp96 Miliar
Rumah Bruno Fernandes Dibobol Tiga Perampok Bertopeng, Kerugian Capai Rp96 Miliar

Rumah kapten Manchester United, Bruno Fernandes, menjadi sasaran pembobolan pada Rabu (21/10), bertepatan dengan laga MU melawan Como di Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Italia. Insiden tersebut menimpa kediaman Bruno di kawasan elite yang dikenal sebagai Golden Triangle, Cheshire, Inggris.

Menurut laporan The Sun, tiga pria bertopeng menyusup ke rumah pemain asal Portugal itu. Mereka mengacak-acak isi hunian dan berhasil membawa kabur barang berharga senilai 4 juta poundsterling atau sekitar Rp96 miliar.

Meski demikian, istri Bruno, Ana Pinho, bersama dua anak mereka yang masih kecil tidak berada di rumah saat peristiwa terjadi. Rumah tersebut dalam keadaan kosong ketika para pelaku beraksi.

Seorang tetangga melaporkan keberadaan tiga pria tak dikenal di halaman belakang rumah yang berdekatan dengan kawasan hutan. Polisi pun langsung bergerak menuju lokasi, namun para pelaku sudah lebih dulu melarikan diri dengan hasil jarahannya.

"Pelapor menyebutkan ada tiga pria tak dikenal di halaman belakang rumah tetangga. Petugas segera mendatangi lokasi, namun saat tiba, para pelaku sudah tidak ada," ujar pihak kepolisian seperti dikutip dari The Sun.

"Meski demikian, petugas menemukan bahwa telah terjadi tindak pencurian di rumah tersebut dan sejumlah barang telah digondol," tambahnya.

Inspektur Detektif David Jarvis dari Departemen Investigasi Kriminal (CID) menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia menyebut penyelidikan masih berada pada tahap awal.

"Penyelidikan ini masih dalam tahap awal, dan kami berkomitmen untuk melakukan segala upaya guna melacak pihak yang bertanggung jawab," kata David Jarvis.

"Sebagai bagian dari penyelidikan, kami mengharapkan informasi dari siapa pun yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian dan merasa mungkin telah melihat sesuatu yang mencurigakan," imbuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User