Paus Leo XIV: Saya Paus yang Kebetulan Orang Amerika
Paus Leo XIV, yang lahir di Chicago, mengaku tidak menganggap dirinya sebagai orang Amerika, melainkan 'paus yang kebetulan orang Amerika'. Dalam wawancara dengan NBC, ia menegaskan kecintaannya pada nilai-nilai Amerika, mengakui leluhurnya imigran dan memiliki garis keturunan budak serta pemilik budak. Ia juga blak-blakan mengkritik kebijakan imigrasi AS dan berharap segera mengunjungi tanah kelahirannya.
Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, menyatakan bahwa ia tidak menganggap dirinya sebagai orang Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan NBC pada Rabu malam (29/7). Paus yang lahir di Chicago, AS, itu lebih memilih menyebut dirinya sebagai 'paus yang kebetulan orang Amerika'.
'Saya lebih menganggap diri saya sebagai paus yang kebetulan orang Amerika. Bukan berarti saya meremehkan makna menjadi orang Amerika,' ujar Paus Leo seperti dikutip AFP. Pernyataan tersebut muncul saat ia ditanya mengenai seberapa penting statusnya sebagai orang Amerika.
Meski demikian, Paus Leo menegaskan bahwa ia sangat mencintai Amerika. Namun, ia sadar bahwa misinya jauh lebih besar, yaitu menjadi gembala bagi gereja dan berbicara kepada umat di seluruh dunia. Ketika ditanya tentang hal yang ia sukai dari Amerika, paus berusia 70 tahun itu menjawab 'banyak'.
Ia memuji prinsip dan nilai-nilai yang diperjuangkan Amerika, seperti semangat kebebasan, adanya peluang, serta sikap terbuka yang selama beberapa generasi telah mengundang orang-orang dari berbagai penjuru dunia untuk menjadi bagian dari bangsa tersebut. Dalam wawancara itu, Paus Leo juga blak-blakan mengungkapkan bahwa kakek-neneknya adalah imigran.
Dari keluarga ibunya, ia bahkan memiliki garis keturunan 'budak sekaligus pemilik budak'. 'Kami punya leluhur yang pernah menjadi budak sekaligus pemilik budak,' ucapnya. Pengakuan ini menunjukkan kompleksitas sejarah keluarganya yang terkait dengan isu perbudakan di Amerika.
Paus Leo dikenal vokal dalam membela para migran, seperti pendahulunya, Paus Fransiskus. Ia pernah mengecam kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang dianggapnya 'tidak manusiawi'. Sikap ini konsisten dengan perhatiannya terhadap nasib para imigran di seluruh dunia.
Mengenai kunjungan ke Amerika Serikat, Paus Leo mengaku belum ada rencana pasti. Namun, ia berharap dapat segera mengunjungi tanah kelahirannya dalam waktu dekat. Harapan ini disampaikan langsung kepada NBC News, menandakan keinginannya untuk tetap terhubung dengan akar Amerikanya meskipun identitas utamanya kini sebagai pemimpin Gereja Katolik universal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0