Padang Anggarkan Rp50 Miliar Demi Wujudkan Kota Zero Waste
Pemkot Padang alokasikan Rp50 miliar untuk program zero waste 2025, tambah armada sampah, dan targetkan Piala Adipura.
Padang – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, menunjukkan keseriusan dalam menciptakan kota bersih dan bebas sampah melalui program Padang Goes To Zero Waste. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, Pemkot mengalokasikan dana hingga Rp50 miliar untuk mempercepat pencapaian target kota nol sampah sekaligus mempersiapkan diri meraih Piala Adipura.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa anggaran tersebut bukan hanya sekadar dukungan finansial, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun kota yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan Padang sebagai kota bebas sampah, kami telah menyiapkan Rp50 miliar dalam APBD Perubahan 2025. Ini adalah langkah konkret demi terwujudnya zero waste,” ungkap Maigus, Senin (18/8).
Tambahan Armada Angkut Sampah
Selain penguatan anggaran, Pemkot Padang juga menambah 152 unit becak motor pengangkut sampah yang mulai beroperasi awal September 2025. Penambahan armada ini diharapkan mempercepat distribusi dan pengangkutan sampah dari permukiman hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Langkah ini dilakukan mengingat Kota Padang sudah berada pada level Sertifikat Adipura dengan skor penilaian kebersihan 66,25 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Skor tersebut merupakan yang tertinggi di antara kota lain di Sumbar. Namun, angka itu belum cukup untuk membawa Padang masuk nominasi Piala Adipura.
“Target kami jelas, nilai kebersihan harus meningkat menjadi minimal 75 agar Padang bisa membawa pulang Piala Adipura tahun ini,” tegas Maigus.
Instruksi untuk Lurah dan Bank Sampah
Demi memastikan target tercapai, Maigus mengingatkan seluruh lurah serta Lembaga Pengelola Sampah (LPS) agar bekerja lebih serius dalam menjaga kebersihan wilayahnya.
“Tidak ada alasan lagi bagi wilayah yang tidak bersih. Bank sampah juga harus aktif di tiap kelurahan agar pengelolaan sampah berjalan optimal,” ujarnya.
Kolaborasi Lewat Mamilah Fest 2025
Dukungan terhadap program zero waste juga datang dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumbar. Melalui penyelenggaraan Mamilah Fest 2025 di Taman Museum Adityawarman, pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yaitu 50 persen sampah terolah pada 2025 dan 100 persen pada 2029.
“Melalui kolaborasi dan kesadaran kolektif, Padang diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat nasional. Zero waste bukan sekadar slogan, tapi gaya hidup baru untuk lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Harapan Menuju Kota Bebas Sampah
Dengan dukungan anggaran besar, tambahan armada, dan keterlibatan masyarakat melalui bank sampah, Pemkot Padang optimistis target zero waste bisa tercapai. Program ini tidak hanya menyasar penghargaan Adipura, tetapi juga menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.
“Padang Goes To Zero Waste adalah gerakan bersama. Jika semua pihak berpartisipasi, kita bisa menciptakan kota yang benar-benar bebas sampah,” kata Maigus.
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0