Netanyahu Siapkan Serangan Cepat Israel Hantam Hamas di Gaza

Netanyahu umumkan rencana serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza untuk hancurkan benteng Hamas dan bebaskan sandera.

Aug 11, 2025 - 13:53
 0
Netanyahu Siapkan Serangan Cepat Israel Hantam Hamas di Gaza
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. Maya Alleruzzo/Pool via REUTERS/File Photo)

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengumumkan bahwa serangan militer terbaru terhadap Jalur Gaza akan segera diluncurkan. Netanyahu menyatakan, dirinya berharap operasi ini bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, meski tidak menyebutkan kapan tepatnya serangan dimulai.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah rapat kabinet keamanan Israel yang menyetujui rencana kontroversial untuk mengambil alih kendali atas wilayah Gaza. Langkah ini menuai kritik internasional, namun Netanyahu menegaskan bahwa operasinya bertujuan mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera yang diculik dari wilayah Israel.

"Saya tidak punya pilihan selain menyelesaikan pekerjaan ini dan mengalahkan Hamas demi membebaskan para sandera," tegas Netanyahu pada Minggu (10/8/2025).

Fokus Menyerang Benteng Terakhir Hamas

Menurut Netanyahu, operasi ini difokuskan untuk menghancurkan dua benteng terakhir Hamas di Gaza. Ia menilai langkah ini menjadi satu-satunya opsi setelah kelompok bersenjata yang didukung Iran itu menolak meletakkan senjata mereka.

Kantor Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membahas rencana Israel untuk menguasai sisa kekuatan Hamas di Gaza. Dalam rencana tersebut, Israel akan melakukan serangan strategis ke wilayah Gaza City – kota terbesar di Jalur Gaza – sebagai bagian dari upaya membersihkan militan.

Rencana Zona Aman untuk Warga Sipil

Netanyahu menyebut bahwa sebelum operasi besar dimulai, pihaknya akan membentuk zona aman bagi penduduk Gaza City. Langkah ini diambil agar warga dapat dievakuasi dari daerah konflik.

"Kerangka waktu yang kami tetapkan cukup cepat. Prioritas pertama adalah menyediakan zona aman sehingga penduduk sipil bisa meninggalkan Gaza City," kata Netanyahu.

Sebelum perang pecah, Gaza City dihuni sekitar satu juta orang. Namun, sejumlah warga Palestina menyatakan skeptis terhadap efektivitas zona aman, mengingat pengalaman sebelumnya menunjukkan wilayah tersebut tidak sepenuhnya bebas dari serangan.

Peringatan dari Panglima Militer Israel

Panglima militer Israel, Eyal Zamir, memperingatkan bahwa pendudukan penuh atas Jalur Gaza bisa memicu perang gerilya berkepanjangan. Ia juga khawatir operasi besar-besaran akan membahayakan keselamatan para sandera yang masih ditahan Hamas.

Netanyahu pun menegaskan bahwa Israel tidak berniat menduduki Gaza secara permanen. "Kami ingin menciptakan sabuk keamanan di dekat perbatasan kami, tapi tidak untuk menetap di Gaza. Itu bukan tujuan kami," jelasnya.

Respons Keras Hamas

Menanggapi pernyataan Netanyahu, Hamas menuduhnya berbohong dan menyesatkan publik. Pejabat senior Hamas, Taher al-Nunu, melalui pernyataan yang dilansir AFP, mengatakan: "Netanyahu terus berbohong, memutarbalikkan fakta, dan menyembunyikan kebenaran. Semua yang ia sampaikan hanyalah rangkaian kebohongan."

Hamas juga menegaskan bahwa mereka tidak akan melucuti senjata kecuali negara Palestina merdeka benar-benar terbentuk. Situasi ini membuat konflik di Jalur Gaza berpotensi terus memanas.

Ketegangan Memuncak

Dengan rencana serangan baru ini, ketegangan antara Israel dan Hamas diperkirakan meningkat drastis. Banyak pihak internasional menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri demi mencegah korban sipil yang lebih besar.

Masyarakat internasional kini menanti apakah Israel akan benar-benar meluncurkan operasi militer tersebut dalam waktu dekat, atau masih ada peluang negosiasi untuk menghentikan eskalasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0