Meta Diminta Buka Suara dalam 5 Hari, Ribuan Akun WhatsApp Terblokir Usai Diretas
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Meta memberikan klarifikasi tertulis terkait maraknya akun WhatsApp yang diretas dan kemudian di-suspend. Meta diberi tenggat lima hari hingga Senin, 24 Agustus 2026, untuk menjelaskan penyebab pemblokiran, langkah penanganan, dan status pemulihan akun. Komdigi juga meminta Meta menyediakan kanal aduan bagi pengguna terdampak.
Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya angkat bicara soal maraknya akun WhatsApp yang diretas, lalu digunakan untuk mempromosikan judi online (judol), dan berujung pada pemblokiran atau suspend oleh Meta. Pihak kementerian telah melayangkan surat resmi kepada Meta Indonesia untuk meminta penjelasan.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa surat permintaan klarifikasi telah disampaikan kepada Meta. Dalam surat tersebut, Meta diminta memberikan keterangan tertulis mengenai penyebab hilang atau terblokirnya akun WhatsApp, langkah penanganan yang sudah atau sedang dilakukan, serta status pemulihan akun yang terdampak.
"Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital telah menyampaikan surat permintaan klarifikasi kepada Meta Indonesia terkait permasalahan akun WhatsApp yang hilang atau terblokir," kata Alex dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Meta diberi tenggat waktu lima hari untuk merespons, atau selambat-lambatnya hingga Senin, 24 Agustus 2026. Selain itu, Komdigi juga mendesak Meta menyediakan kanal aduan yang mudah diakses bagi para pengguna yang menjadi korban peretasan dan suspend.
"Secara paralel pemerintah akan meminta klarifikasi kepada pihak Meta dan memastikan Meta menindaklanjuti aduan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada platform," pungkas Alex.
Kasus peretasan akun WhatsApp belakangan memang marak. Salah satu korban adalah Hesti (34), seorang karyawan swasta yang mengaku akunnya tiga kali terkena suspend. Saat itu, ia sedang membuka WhatsApp Web dan tiba-tiba akunnya mengirim pesan berisi link judi online ke puluhan nomor tak dikenal.
"WhatsApp di HP tidak dibuka, saat itu lagi buka WhatsApp di web. Tiba-tiba WhatsApp di web kirim chat ke nomor yang tidak dikenal banyak banget, mungkin kira-kira 20 nomor lebih ngirim link judol," tuturnya.
Hesti pun panik dan segera log out dari WhatsApp Web. Namun, saat membuka WhatsApp di ponselnya, semua riwayat chat di web sudah hilang dan akunnya justru diminta untuk ditinjau. CNNIndonesia.com telah mencoba meminta keterangan dari Meta, namun hingga berita ini ditulis belum ada respons yang diberikan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)