Uji Coba MBG Prasmanan di Mataram Dinilai Efektif, Sisa Makanan Hampir Nol
Uji coba pendistribusian MBG dengan sistem prasmanan di SD Al Iqro Mataram pada 19-21 Oktober 2026 dinilai efektif meminimalkan sisa makanan hingga nyaris zero waste. Selain menjaga kualitas gizi dan kehangatan hidangan, sistem ini melatih siswa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi telah dilaporkan ke pimpinan BGN yang akan menentukan kebijakan permanen.
Uji coba pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SD Al Iqro Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dinilai berhasil. Kegiatan yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2026 itu terbukti mampu meminimalkan sisa makanan secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram, M Rizky Prasetyo. Menurutnya, penyajian makanan secara prasmanan tidak hanya menjaga kualitas gizi dan kehangatan hidangan, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan tertib di lingkungan sekolah.
Uji coba tersebut melibatkan 64 siswa kelas 6 serta tiga orang guru pendamping. Dari hasil evaluasi lapangan, Rizky menyebut terdapat empat poin utama yang menjadi catatan keberhasilan distribusi MBG dengan sistem prasmanan.
Poin pertama adalah efisiensi konsumsi makanan. Hampir tidak ada sisa makanan atau zero waste dari porsi yang disajikan, karena siswa mengambil dan mengonsumsi hidangan hingga habis sesuai porsi dan kebutuhan masing-masing.
Kedua, dari sisi kualitas, penyajian makanan dalam kondisi hangat dan segar terbukti meningkatkan nafsu serta selera makan para siswa maupun guru yang menikmatinya. Ketiga, penerapan MBG prasmanan memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti budaya mengantre dan kewajiban mencuci tangan sebelum makan.
Poin keempat, penataan makanan yang rapi, bersih, dan bervariasi meningkatkan daya tarik penyajian. Penerima manfaat dapat melihat langsung ragam menu gizi seimbang yang disediakan sehingga lebih bersemangat menghabiskan makanan mereka.
"Hasil evaluasi positif dari SD Iqra itu, kami harapkan dapat menjadi acuan serta tolok ukur penguatan tata kelola dan pola distribusi program MBG di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya ke depan," kata Rizky.
Ia menambahkan, seluruh hasil evaluasi telah dilaporkan ke pimpinan secara berjenjang. Keputusan pelaksanaan secara permanen sepenuhnya berada di tangan pimpinan. "Kami di daerah menunggu kebijakan pimpinan, dan siap melaksanakan kebijakan tersebut," ujarnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)