Bukan Cuma Konsumen, 4 Teknologi Indonesia Ini Ternyata Dipakai Negara Lain
Indonesia ternyata bukan sekadar pasar bagi produk teknologi asing. Sejumlah inovasi anak bangsa telah digunakan di berbagai negara, mulai dari teknik konstruksi jalan layang Sosrobahu, pesawat CN235 buatan PTDI, sistem peringatan dini tsunami InaTEWS yang dipakai 28 negara, hingga QRIS yang terkoneksi dengan enam negara mitra. Berikut empat teknologi Indonesia yang diam-diam mendunia.
Indonesia kerap dipandang hanya sebagai pasar bagi produk teknologi dari luar negeri. Anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya benar. Sejumlah inovasi yang lahir dan dikembangkan di dalam negeri justru telah dimanfaatkan di berbagai negara, mulai dari teknik konstruksi jalan layang, pesawat terbang, sistem peringatan dini tsunami, hingga sistem pembayaran digital.
Teknologi pertama adalah Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau yang lebih dikenal dengan Sosrobahu. Teknik ini ditemukan oleh insinyur Indonesia, Tjokorda Raka Sukawati. Sosrobahu memungkinkan pembangunan kepala tiang atau pier head jalan layang dilakukan tanpa terlalu mengganggu arus lalu lintas di bawahnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat teknologi ini tidak hanya dipakai di Indonesia, tetapi juga diterapkan di Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Filipina, Sosrobahu bahkan digunakan dalam pembangunan salah satu jalan layang terpanjang di negara tersebut.
Selanjutnya ada pesawat CN235 yang hingga kini masih diproduksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat ini awalnya dikembangkan bersama oleh Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang kini menjadi PTDI dengan perusahaan Spanyol CASA, yang sekarang menjadi bagian dari Airbus Defence and Space. Keduanya membentuk perusahaan patungan bernama Aircraft Technology (Airtech) pada 17 Oktober 1979 untuk merancang CN235, dan pengembangan bersama dimulai pada 1980.
Prototipe buatan CASA yang diberi nama Elena melakukan penerbangan perdana pada 11 November 1983. Sementara prototipe buatan IPTN bernama Tetuko terbang pertama kali pada Desember tahun yang sama. Produksi serial CN235 dimulai pada 1986. IPTN atau PTDI kemudian mengembangkan varian 110 dan 220, sedangkan CASA mengembangkan versi 200 dan 300. Kini PTDI menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi CN235.
PTDI mencatat CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal. Pesawat ini digunakan dalam beragam konfigurasi, termasuk transportasi militer dan patroli maritim, sesuai perannya sebagai pesawat multiguna.
Teknologi ketiga adalah Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), sistem peringatan dini tsunami yang dioperasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sistem ini tidak hanya penting bagi mitigasi tsunami di Indonesia, tetapi juga bagi sejumlah negara. BMKG berperan sebagai Tsunami Service Provider (TSP) untuk kawasan Samudra Hindia bersama Australia dan India, dengan menyediakan informasi peringatan dini tsunami bagi 28 negara sebagai bagian dari kerja sama regional.
BMKG menyebut sistemnya mampu merilis parameter gempa dalam waktu sekitar 30 hingga 60 detik, sedangkan peringatan dini tsunami dapat dikeluarkan dalam waktu kurang dari tiga menit. Artinya, sistem yang dioperasikan Indonesia turut menjadi salah satu sumber informasi bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia.
Terakhir, ada Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran. Melalui QRIS Antarnegara, wisatawan Indonesia dapat bertransaksi di negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran domestik, dan sebaliknya wisatawan dari negara mitra juga bisa bertransaksi di Indonesia melalui sistem pembayaran yang telah terkoneksi. Bank Indonesia mencatat QRIS Antarnegara saat ini telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China, sehingga transaksi lintas negara dapat dilakukan melalui interoperabilitas kode QR.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)