Bank Ueno Kolaps, Presiden Paraguay Santiago Pena Pilih Mundur demi Stabilitas Negara
Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah Bank Ueno kolaps dan memicu krisis keuangan. Pena beralasan mundur demi stabilitas negara dan kedamaian sosial. Desakan parlemen dan tuduhan konflik kepentingan mempercepat langkahnya, disusul proses pemakzulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Presiden Paraguay Santiago Pena resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (6/11) setelah salah satu bank terbesar di negara itu, Ueno, mengalami kolaps. Keputusan tersebut disampaikan Pena melalui pernyataan di media sosial, dengan alasan utama menjaga stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kelangsungan institusi publik.
"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil demi stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi publik kita," ujar Pena dalam pesan yang diunggah di media sosial, dikutip dari CNN.
Langkah Pena mundur tak lepas dari desakan sejumlah anggota parlemen yang menuduhnya memiliki konflik kepentingan dengan Bank Ueno. Bank tersebut merupakan bank paling populer di Paraguay, dengan hampir 50 persen populasi negara menjadi nasabahnya. Ueno Bank ditutup pada tengah malam akibat krisis solvabilitas yang membuat jutaan nasabah tidak bisa mengakses uang mereka dan memicu skandal besar.
Dalam pernyataannya, Pena menegaskan prioritasnya saat ini adalah ketenangan masyarakat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka kepada sistem keuangan. "Hari ini, prioritas saya hanya satu: ketenangan pikiran masyarakat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka kepada sistem keuangan kita," kata Pena.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat jika selama menjabat pernah mengecewakan mereka. "Sejarah akan menilai dan mempertimbangkan peristiwa yang kita alami saat ini. Saya memohon maaf kepada masyarakat jika saya pernah mengecewakan mereka," lanjutnya.
Pengunduran diri Pena terjadi di tengah perdebatan sengit di parlemen mengenai usulan pemberhentian presiden. Sebanyak 35 anggota parlemen dari oposisi dan pembangkang partai berkuasa mengusulkan tuntutan tersebut. Tak lama setelah pengumuman mundur, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat memutuskan untuk memulai proses pemakzulan. Senat selanjutnya akan menentukan apakah proses pemakzulan tersebut dilanjutkan atau tidak.
Kolapsnya Bank Ueno dan mundurnya Pena menjadi pukulan bagi stabilitas politik dan keuangan Paraguay. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan dan menjaga kelangsungan demokrasi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)