Airlangga Optimistis Target 5,4 Persen Tercapai, Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Tembus 5,47 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai target 5,4 persen setelah capaian kuartal III 2026 tercatat 5,47 persen versi BPS. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dan konsumsi pemerintah melesat 8,95 persen berkat akselerasi belanja negara untuk program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 sebesar 5,4 persen masih sangat mungkin dicapai. Optimisme itu muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi dari awal tahun hingga kuartal III 2026 yang berada di angka 5,47 persen.
Meski tidak membeberkan proyeksi spesifik untuk kuartal IV, Airlangga menilai kinerja ekonomi pada penghujung tahun akan cukup kuat untuk menopang capaian kumulatif. Pemerintah, kata dia, tetap berpegang pada target year-to-date 5,4 persen.
"Untuk Q4, pemerintah tetap menargetkan secara year-to-date 5,4 (persen), jadi kira-kira targetnya hampir sama dengan apa yang dicapai di Q3," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Menurut Airlangga, capaian pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 tersebut bahkan mengungguli sejumlah negara anggota G20. Ia mencontohkan China yang tumbuh 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, dan Jepang 0,7 persen. Indonesia hanya tertinggal dari India yang melesat di level 7,8 persen.
Airlangga juga menyoroti bahwa perekonomian Indonesia sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga global. Organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), OECD, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di kisaran 5,0 hingga 5,2 persen pada tahun ini dan 2027. Ia menambahkan, pada November mendatang Sekjen OECD akan berkunjung ke Indonesia untuk membahas hasil riset mereka mengenai perekonomian Tanah Air.
Kuatnya pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 disebut ditopang oleh permintaan domestik. Tingkat konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,04 persen dan mendominasi hingga 51,97 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Komponen penyumbang terbesar berikutnya datang dari konsumsi pemerintah yang melesat di angka 8,95 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 5,66 persen.
Airlangga menjelaskan, melesatnya konsumsi pemerintah merupakan hasil dari akselerasi belanja negara yang digenjot selama kuartal kedua dan ketiga. Belanja tersebut dialokasikan untuk program-program unggulan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)