AS Hadapi Krisis Amunisi Pertahanan Udara di Timur Tengah
Amerika Serikat dilaporkan mengalami kekurangan amunisi pertahanan udara kelas atas seperti THAAD dan Patriot di Timur Tengah. Analis RANE Network, Ryan Bohl, menyatakan stok menipis dan memicu kekhawatiran Pentagon. CSIS mencatat AS telah menggunakan sepertiga stok Patriot dan setengah THAAD sejak perang dengan Iran dimulai Februari lalu. Kekurangan ini dapat memaksa AS dan mitra mengambil risiko lebih besar dalam pencegatan.
Amerika Serikat dilaporkan menghadapi kekurangan serius amunisi pertahanan udara kelas atas di Timur Tengah, terutama untuk menghadapi Iran. Analis senior Timur Tengah dari RANE Network, Ryan Bohl, mengungkapkan bahwa stok sistem pertahanan udara seperti THAAD telah menipis secara signifikan.
Bohl menjelaskan bahwa amunisi tersebut merupakan senjata jarak jauh yang dapat ditembakkan dari negara lain, dan persediaannya sangat terbatas. Ia menambahkan bahwa banyak perencana Pentagon khawatir terhadap pasokan amunisi ini ke depannya.
Meskipun AS memiliki persediaan bom konvensional yang hampir tidak terbatas, bom-bom tersebut harus diterbangkan ke Iran. Bohl mencatat bahwa sebuah F-15 telah ditembak jatuh dan F-35 terkena tembakan pertahanan udara Iran, sehingga pemerintahan AS enggan menggunakan sistem yang lebih sederhana dan berisiko tinggi.
Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), AS telah menggunakan sekitar sepertiga stok rudal Patriot dan setengah stok rudal pencegat THAAD sejak perang dimulai Februari lalu. Sebelum perang, AS memiliki sekitar 2.330 rudal Patriot, kini tersisa sekitar 759 hingga 827 rudal. Sementara itu, rudal THAAD yang sebelumnya berjumlah 452 unit kini hanya sekitar 234-278 unit.
CSIS menilai bahwa perang yang kembali berkobar akan menguji persediaan rudal pencegat yang sudah berkurang. Kekurangan ini dapat memaksa AS dan mitra koalisinya untuk mengambil lebih banyak risiko dalam melakukan pencegatan.
Konflik antara AS dan Iran kembali memanas setelah sempat berhenti. Serangan terbaru AS diluncurkan setelah pasukan Washington di Yordania diserang rudal balistik Teheran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dimulai pada Rabu (29/7) pukul 20.00 waktu setempat sebagai tanggapan kuat terhadap upaya serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0