AS dan Iran Kembali Salin Serang, Tanker Gas AS Terbakar di Mesir

AS dan Iran kembali saling serang setelah jeda lima hari. Iran menyerang pangkalan AS di Yordania, sementara AS menggempur Pulau Qeshm. Di Mesir, tanker gas AS terbakar akibat drone. Rusia juga melancarkan serangan rudal ke Kyiv, Ukraina.

Aug 8, 2026 - 03:03
Aug 8, 2026 - 03:03
 0
AS dan Iran Kembali Salin Serang, Tanker Gas AS Terbakar di Mesir
AS dan Iran Kembali Salin Serang, Tanker Gas AS Terbakar di Mesir

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang pada Kamis (30/7), setelah sebelumnya sempat menghentikan permusuhan selama lima hari berturut-turut. Eskalasi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberi isyarat akan melanjutkan negosiasi damai, namun ketegangan kembali memuncak.

Iran dilaporkan menggempur pangkalan militer AS di Yordania, yang kemudian memicu respons balasan dari militer AS. Serangan balasan tersebut menargetkan Pulau Qeshm di Iran, di mana tiga ledakan terdengar dan rudal menghantam daerah pemukiman, menurut media lokal yang dikutip Al Jazeera.

Presiden Trump menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan terhadap pangkalan AS di Yordania dan juga insiden kebakaran kapal tanker gas milik AS. Trump sebelumnya bersumpah akan mengambil tindakan keras terhadap Iran sebagai respons atas serangan-serangan tersebut.

Sementara itu, di Mesir, sebuah kapal tanker penyimpanan gas milik AS bernama Energos Winter dihantam drone di Pelabuhan Damietta pada Rabu (29/7). Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, mengonfirmasi insiden tersebut dan menilai kejadian ini bisa menjadi tanda meluasnya konflik di Timur Tengah. Kebakaran yang terjadi kemudian menyebar ke kapal lain, Gaslog Salem.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan drone di Mesir tersebut. Namun, insiden ini terjadi di tengah perang yang kembali pecah antara AS dan Iran, menambah ketegangan di kawasan.

Di sisi lain, Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis (30/7) pagi. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengimbau warga melalui Telegram untuk segera berlindung di shelter dan tetap di sana hingga situasi aman. Ledakan juga terdengar di Poltava dan Kryvyi Rih saat sirene peringatan serangan udara berbunyi.

Serangan Rusia ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan skala besar. Dalam unggahan di media sosial, Zelensky menyatakan bahwa Rusia telah mempersiapkan serangan besar-besaran beberapa hari lalu dan kemungkinan besar dilakukan malam itu.

Konflik yang melibatkan AS, Iran, dan Rusia ini menunjukkan meningkatnya ketegangan global, dengan dampak yang dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah dan Eropa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0