Anak Menkes AS yang Pernah Dekat dengan Taylor Swift Kini Diburu Rusia

Conor Kennedy, putra Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy Jr., masuk daftar buronan Rusia setelah pengadilan Moskow memerintahkan penangkapan in absentia. Ia dituduh bertempur sebagai tentara Ukraina di Kharkiv pada 2022. Jika tertangkap, ia terancam hukuman 7-10 tahun penjara.

Sep 02, 2026 - 12:48
Updated: 2 months ago
0
Anak Menkes AS yang Pernah Dekat dengan Taylor Swift Kini Diburu Rusia
Anak Menkes AS yang Pernah Dekat dengan Taylor Swift Kini Diburu Rusia

Jakarta, CNN Indonesia -- Conor Kennedy, putra Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr., resmi masuk daftar buronan internasional Rusia. Pengadilan Distrik Basmanny di Moskow mengeluarkan perintah penangkapan secara in absentia, yang kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Kota Moskow setelah proses banding tertutup. Conor dituduh bertindak sebagai tentara Ukraina dalam konflik bersenjata melawan Rusia.

Berdasarkan dokumen penuntut, Conor terlibat dalam pertempuran langsung melawan personel Rusia di wilayah Kharkiv pada 2022. Tuduhan ini berawal dari penyelidikan Komite Investigasi Federasi Rusia terhadap warga negara asing yang ikut berperang di pihak Ukraina. Jaksa penuntut negara Rusia mengajukan permohonan resmi yang kemudian dikabulkan pengadilan.

Jika tertangkap atau diekstradisi ke Rusia, Conor menghadapi ancaman hukuman penjara tujuh hingga sepuluh tahun berdasarkan Kitab Undang-Undang Pidana Federasi Rusia. Meski peluang penangkapannya sangat kecil, ia tetap disarankan menghindari perjalanan ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Moskow.

Kisah Conor menjadi sorotan karena latar belakangnya yang tidak biasa. Pada 2022, ia memutuskan bergabung dengan Legiun Internasional Ukraina hanya dalam waktu 24 jam setelah legiun tersebut dibentuk. Dalam unggahan media sosialnya, ia mengaku tergerak oleh jumlah korban tewas dalam konflik. Tanpa pengalaman militer atau pelatihan taktis, ia mendatangi Kedutaan Besar Ukraina di Washington untuk mendaftar.

Conor kemudian melakukan perjalanan sendiri ke Polandia dan melanjutkan ke perbatasan Ukraina. Demi menghindari perlakuan istimewa atau risiko keamanan, ia beroperasi secara anonim di garis depan. Hanya satu orang di AS yang mengetahui tujuan sebenarnya, dan ia hanya mengungkapkan identitas aslinya kepada satu rekan prajurit di Ukraina.

Setelah menjalani pelatihan infanteri intensif, termasuk penanganan senjata dan kondisi fisik, Conor ditugaskan sebagai penembak senapan mesin di front timur laut Kharkiv. Ia menghabiskan waktu antara 2,5 hingga empat bulan bersama pasukan Ukraina sebelum akhirnya kembali ke AS.

Keputusan Conor untuk ikut berperang sempat menjadi sorotan media karena ia dikenal sebagai mantan kekasih Taylor Swift. Namun, ia memilih berjuang secara anonim, jauh dari sorotan publik. Kini, namanya justru mencuat dalam daftar buronan Rusia, menambah babak baru dalam kisah hidupnya yang penuh kontroversi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User